Perayaan Patah Hati'Baskara Putra

Perayaan Patah Hati'Baskara Putra

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 14, 2025
"Mari kita rayakan patah hatiku. Tidak perlu seloyang penuh, cukup sepotong cheesecake. Meskipun rasanya tak semanis kemarin, setidaknya pahitnya cukup menghibur." - Baskara ___ malam itu, untuk pertama kalinya Baskara mengikuti apa kata hatinya. "Saya sudah cukup dewasa untuk menentukan siapa yang menjadi pasangan hidup saya." Baskara menolak dengan lantang permintaan orangtuanya tentang menikahi seorang gadis yang menurut Soraya, Omanya sangat pantas untuk dirinya. "Siapa yang memberimu hak untuk memilih? ini bukan tawaran melainkan perintah, Baskara." Ibu tiri Baskara, Zeya namanya. Beliaulah dalang dari semua ini. "Lalu, anda siapa hingga terlibat tentang urusan hidup saya?" "Keluar kamu! keluar sekarang juga s*alan!" ___
All Rights Reserved
#96
amira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rendra & Lila [END]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Mendadak Mama (TERBIT)
  • Tentang Azriel
  • MY CEO WIFE (COMPLETED)
  • KALANDRA with ES [END]
  • Crazy Marriage

Ganti judul dari Cinta Tanpa Jarak -Rendra Atha Pratama Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan masa laluku yang kelam. -Lila Avanda Kristanto Dijodohkan? Itu bukan keinginanku. Apalagi, mengingat akan usiaku yang masih sangat belia. Apa jadinya jika kedua pasangan sama konvensi ini saling terikat oleh tali perjodohan karena orang tua mereka. Dan, apa jadinya jika kedua pasangan ini saling terpaut hati saat pertama kali mereka bertatap muka. Memiliki banyak kesamaan akan kegemaran dan kecenderungan justru mempermudah mereka untuk mengundang ketertarikan. Awal kisah pernikahan mereka baik-baik saja. Sampai akhirnya, karena alasan tertentu Lila berucap untuk pergi meninggalkan Rendra. "Jadi semuanya kamu anggap apa selama ini?" sedikit berteriak. "Nggak. Kamu nggak boleh pergi!" Tersentak. "Kenapa? Mas, tolong ngertiin aku, Mas!" Lila tak dapat membendung air matanya. "Dari dulu aku ngertiin kamu, La tapi kamu nggak pernah ngertiin aku," terang Rendra. Dari sinilah takdir berperan. Berhasilkah Lila pergi mewujudkan keinginannya itu? Atau berhasilkah Rendra mencegahnya? Langsung tekan tombol Baca diatas... #Ini karangan cerita hasil pemikiran author sendiri, ya! Jika ada persamaan tokoh dan kejadian, itu hanyalah suatu ketidaksengajaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines