Keterampilan Menggorok Leher Waktu; Sebuah Tutorial Menuju Mayat.

Keterampilan Menggorok Leher Waktu; Sebuah Tutorial Menuju Mayat.

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 8, 2025
Sebuah antologi puisi, berkisah mengenai lika-liku kehidupan yang rumit dan kompleks. Di sela-selanya, penulis seringkali menghadapi realita-juga dirinya sendiri. Inkonsistensi menjadi salah satu penyebab utamanya. Akibatnya, gangguan mental-hingga kemauan untuk mengakhiri hidup menjadi jalan utama untuk menghadapi rumitnya kehidupan. Selamat membaca!
All Rights Reserved
#599
bunuhdiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • • EUTANASIA •
  • Ibu, Ledib Lelah. [Wijaya Wahyuda Angst Fanfiction.]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • family breakdown
  • LEBUR JIWA [Lengkap]
  • Deep Wound
  • Manusia dan Coretannya [TAMAT] - Revisi
  • VALOROUS
  • HAK UNTUK BUNUH DIRI
  • Laki-Laki Lebih dari Perempuan (Dalam Hal Patah Hati)

" Saat kau membuka mata ingatlah jejak-jejak ini " Sepetik kisah cinta mawar merah bersama ombaknya Di kota balikpapan,kota tua yang menjadi tempat bertemunya sepasang insan yang sama-sama memiliki trauma akan cinta yang tulus. Mereka membuat lembaran kisah cinta baru yang malah menjadi cinta dengan lumuran darah di dalamnya. Mengobarkan beberapa sukma yang harusnya bahagia menjalani kehidupan tua bersama sang kasih. " -Kemarin kau masih memeluk hangat cintaku Hari ini kau peluk cinta Kau hempaskan hati ini kembali Kau bantai hidupku kembali Dulu Saat kau layu Ku siram dengan sejuknya airmata Saat kau dingin Ku peluk dalam hangat cintaku Saat sepi sendiri Kutemani hari hari sepimu Kau bercerita tentang kepedihan hati Kau menjerit kecewa pada orang yg selalu menyakiti hatimu dan membuat bathinmu menderita sampai hari ini Tapi mengapa Kaupun tega menyakiti hatiku Walau kau tau aku tak pernah sedikitpun menyakiti hatimu Bahkan Aku selalu mengharapkanmu datang Kembali Walau akhirnya kau tak kembali untukku Kau kembali di saat layu Tetap ku peluk dirimu Dalam deritaku- " " Bukan kamu saja Tuhan membuat semua orang di dalam sini sakit "

More details
WpActionLinkContent Guidelines