my destiny

my destiny

  • WpView
    Reads 3,235
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 14, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Berawal dari kisah prilly latuconsina dan aliando syarief. Mereka sudah menjalin hubungan satu tahun lebih. Kedua ny saling mencintai dan menyayangi , meraka tak ingin berpisah , kedua ny ingin hidup bersama selamanya. Tetapi sebuah masalah menghampiri mereka. Pagi menjelang prilly dan mila bergegas berangkat kekampus. Mereka bersahabat sejak SMA. Mereka kini sekolah di satu kampus yang sama. Begitu pun dengan aliando dan kevin mereka adalah adik kaka pacar dari prilly dan mila. Mila buruan dong telat ni ''teriak prilly'' Iya iya sebentar "jawab mila" Tak lama mila pun keluar dari kamar Ga sabar bnget sh lu "ucap mila" Yee habis lu lama bnget ngapain aja sh lu di dalem? Dandan? Lama banget perasaan " tanya sisi" (memasang wajah kesal) Iya td gue dandan bentaran doang kok emng ny elo dandan 2 jam lebih (Mila tertawa kecil) Yee biarin aja wlee "jawab prilly" dah ahh berangkat yuk ntar telat (ajak mila) Kemudian mereka pun segera berangkat menuju kampus
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • MY LOVE STORY
  • FIX YOU!
  • cwo culun itu pacar ku
  • Fragile
  • cinta pertama
  • Bertahan Untuk Ku Bie!
  • "SEBUAH RASA" (AliandoPrilly)
  • silent in darkness
  • My Friends Is My Wife

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines