Paper Umbrella

Paper Umbrella

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 11, 2025
Perjalanan emosional tentang mencintai, kehilangan, dan memulai kembali. Ada kalanya dalam perjalanan, terjalnya membuat kaki hingga tubuh terluka. Ada kalanya pula, mungkin diujung perjalanan ada rentangan tangan akan menyambut di ujung sana. Namun, bagaimana jika di ujung sana, tidak ditemukan bahkan sebuah jawaban mengapa perjalanan ini perlu dilalui dengan sedemikian? Haruskah dari awal memilih untuk tidak memilih? Atau, bisakah menghentikannya saat jawabannya adalah tidak ada jawaban? Menguburnya? Atau hidup, untuk mengabaikannya? Namun bagaiamana jika meski menyerah, ia takkan benar-benar hilang sebab, ia terlanjur berada pada pertengahan jalan, untuk digapai atau..., dibiarkannya tetap dalam tempatnya. Meski hujan mengguyur hampir menenggelamkannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Cinta dan Takut [TERBIT]
  • Erlangga
  • Jalan Hidupku(TAMAT)
  • AMERTA : The Last Embrace
  • [GOT7] Love Contract
  • Bound Dreams
  • Fly With Miss (End)
  • ASRAR|

Di sebuah akademi seni yang melarang cinta, tiga pemuda menemukan harapan, dan seorang pria yang hancur menemukan makna baru dalam luka lama. Kai, Vian, dan Lio. Tiga siswa dengan masa lalu yang berbeda namun luka yang sama, ketakutan mencintai. Ketika mereka bertemu Haizar Hiraka Kalundra, mantan penyanyi yang tenggelam oleh rasa bersalah dan kehilangan, mereka belajar bahwa musik bisa menjadi bahasa yang lebih jujur dari kata-kata. Tapi cinta di Arsya Brilliant Akademia bukan hanya dilarang "ia dianggap kutukan". Di bawah bayang-bayang Rektor Darmawan yang menyimpan dendam pada masa lalu, mereka harus memilih-hidup dalam diam... atau melawan demi cinta yang mungkin menghancurkan segalanya. "Tentang kehilangan yang tak pernah hilang, dan tentang menyelamatkan orang lain ketika kau sendiri belum tentu bisa menyelamatkan dirimu." ------- "... Karena cinta, aku melihatmu tanpa cela, menyebutmu sempurna tanpa ragu. Padahal aku sendiri tau bahwa kesempurnaan hanya milik yang Maha Kuasa, bukan manusia sepertimu." ------- "Peraturan yang ditakuti akan kalah dengan rasa cinta, Pak" ucapnya, penuh keyakinan. Namun, sang Ayah menanggapi dengan bijak, "Cintalah yang akan kalah dengan rasa takut akan sebuah peraturan, Pak." ------- Dalam perjalanan yang penuh liku, mereka harus menghadapi pilihan sulit. Akankah cinta mampu mengubah segala hal yang tampaknya tak bisa diubah? Atau akankah ketakutan menghalangi jalan menuju kebahagiaan? ---_______--- Part yang ada di Wp ini tidak lengkap dan ending yang terpotong2... Jadi di sarankan buat CO versi cetaknya. Biyar dapat eding dan cerita yang jelasin💜💜

More details
WpActionLinkContent Guidelines