Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END]

Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END]

  • WpView
    Reads 7,166
  • WpVote
    Votes 500
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 27, 2025
⚠️ cerita ini terdapat unsur kekerasan⚠️ cuplikan cerita: "Pa,bagai mana kabarmu?,setelah kepergian mu duniaku tidak baik baik saja pa"ucap Azzahra dengan air mata yang sudah mengalir deras pesan dari cerita ini adalah: "Penyesalan selalu datang terlambat, membawa luka yang tak bisa disembuhkan oleh waktu. Tidak peduli seberapa besar keinginan untuk memperbaiki semuanya, terkadang kesalahan yang telah terjadi meninggalkan bekas yang tidak akan pernah hilang. Hanya kenangan dan rasa bersalah yang terus menghantui, mengajarkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung seumur hidup." selamat menikmati
All Rights Reserved
#165
azzahra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • VeeNara
  • AZURA
  • CERITA KITA S2 [DELSHEL]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Yang Kusebut 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 [ ENDING ]
  • Cerita Cinta Siblings Baldwin Dan Aubrey
  • Janji Yang Harus Kita Tepati Bersama
  • Teluk Samudra [ TAMAT ]

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines