Endless Colonies [COMING SOON]

Endless Colonies [COMING SOON]

  • WpView
    Membaca 86
  • WpVote
    Vote 28
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 18, 2025
WpInfo
Fiksi
Fiksi Sejarah
ON HOLD Terjebak dalam kolonialisme tanpa akhir, Zamirah berjuang menghadapi tekanan yang membelenggunya. Kekejaman penjajah Belanda terhadap pribumi tak terhindarkan. Meski tanam paksa diklaim usai, di Malang---Lawang, kenyataan berkata lain. Saat Jepang datang dengan janji kebebasan, harapan sempat tumbuh. Namun, di balik propaganda manis, ada bayang-bayang penindasan baru. Perang berubah, tetapi derita tetap sama. Dan di antara kebun teh yang menjadi saksi bisu, Zamirah harus memilih: tunduk pada takdir atau melawan demi kebebasannya. This story is belong to Song Mingi, cuz I love him.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rania van Batavia [✔️]
  • Nona Inlander [End]
  • [Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh
  • BLOODSSOM : Blood & Blossom
  • ...
  • Ellie's Redamancy
  • Indurasmi Batavia [𝒂 𝒉𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒇𝒊𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏]
  • Entangled || END
  • 𝐀𝐤𝐮 (Bukan) 𝐒𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐍𝐲𝐚𝐢  [END]
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]

# THE WATTYS WINNER 2021 IN HISTORICAL FICTION # Previous Title: "Namanya Hoesni" Sebuah foto hitam-putih bertuliskan Den Haag, 1922-dengan lelaki berwajah memikat menatap dari balik kertas usang itu-menyeretku melintasi abad dan terhempas ke Batavia tahun 1920. Di tengah gemerlap pesta priyayi dan riuh kolonial yang penuh timpang, hatiku berlabuh pada Sinyo bernama Hoesni. Sesosok Sinyo bagai belati bermata dua-berjiwa Bumiputera yang mencintai tanah pertiwi, namun dibelenggu jeratan darah kolonial yang mengalir dalam nadinya. Sebuah cinta dan benang merah hadir begitu saja, menghubungkan dunia kami yang terhalang waktu. Namun sang waktu rupanya enggan berpihak. Aku bagai selembar kertas yang ditarik ke dua arah, tak tahu bagian mana yang akan robek lebih besar: kembali ke masa depan dengan mimpi yang kutinggalkan, atau tetap terikat di masa lalu bersamanya-menerima segala konsekuensi yang siap menerkam kapan saja. Selesai: November 2020

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan