Endless Colonies [COMING SOON]

Endless Colonies [COMING SOON]

  • WpView
    Membaca 82
  • WpVote
    Vote 27
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 18, 2025
ON HOLD Terjebak dalam kolonialisme tanpa akhir, Zamirah berjuang menghadapi tekanan yang membelenggunya. Kekejaman penjajah Belanda terhadap pribumi tak terhindarkan. Meski tanam paksa diklaim usai, di Malang---Lawang, kenyataan berkata lain. Saat Jepang datang dengan janji kebebasan, harapan sempat tumbuh. Namun, di balik propaganda manis, ada bayang-bayang penindasan baru. Perang berubah, tetapi derita tetap sama. Dan di antara kebun teh yang menjadi saksi bisu, Zamirah harus memilih: tunduk pada takdir atau melawan demi kebebasannya. This story is belong to Song Mingi, cuz I love him.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • [Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • BLOODSSOM : Blood & Blossom
  • Wiyata Saujana
  • Indurasmi Batavia✧ [𝒂 𝒉𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒇𝒊𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏]
  • Nona Inlander [End]
  • 𝐀𝐤𝐮 (bukan) 𝐒𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐍𝐲𝐚𝐢  [END]
  • VARBODEN [BL]
  • Paradigma

[𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝] ❬ 𝗛𝗶𝗻𝗱𝗶𝗮-𝗕𝗲𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮, 𝟭𝟵𝟮𝟳 ❭ Tiap garis hidup itu punya aksara masing-masing yang membikin itu hidup mau hitam atau putih (atau mungkin abu-abu, barangkali) Cakrawala kemanusiaan terlalu meliuk menyucikan insani. Suci yang dibalut kemunafikan. Dan itu manusia. Kelumpuhannya dari kekuatan secara alami bisa terjadi kalau lagi diradang pesakitan. Mari selami kehidupan anak manusia yang lagi mengarungi penghidupan dari bilik kolonialisme yang komersalis, bersama jiwa-jiwa feodal yang punya digdaya dalam singgasana. Mencipta cerita antara kawula dengan tuan-tuannya. Dan dua dara yang lagi hidup disini, punya jalan masing-masing menempuh alur penghidupan. Walau pada akhirnya juga yang mereka temui adalah cuma kebinasaan. ❝Jangan risau, Mama,❞ kata salah seorang dari dua dara itu pada satu kali waktu. ❝Tuhan akan betul-betul lindungi kita. ❞ ❝Sebab ... Tuhan tak pernah tidur.❞ ••• Genre : Historical Fiction Started : July, 2020 End : April 2021 [𝗦𝘁𝗼𝗽 𝗽𝗹𝗮𝗴𝗶𝗮𝗿𝗶𝘀𝗺, 𝗯𝗲 𝗼𝗿𝗶𝗴𝗶𝗻𝗮𝗹] Noted: Cerita ini sedang dalam masa revisi dan pengeditan, termasuk pergantian judul dari An with An A and E menjadi "[Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan