Orange Water | BooSeokSoon AU

Orange Water | BooSeokSoon AU

  • WpView
    LECTURAS 277
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ene 9, 2025
"Aku tidak pernah mengerti bagaimana caranya menjabar duka. " "Aku tidak pernah memahami bagaimana caranya mengeja lara." Kehilangan dan kesedihan adalah dua hal yang selaras. Dan keduanya sama-sama sepakat bahwa menerima dua hal itu sama rata adalah proses yang panjang dan tak terduga. Kepergian Ibu mungkin memang membuat ketiga kakak beradik itu terjerembab hingga kehilangan kemampuan untuk memeta. Dan begitu ketiganya akhirnya bisa mulai menapaki anak tangga, kemalangan itu kembali menyapa. Sampai akhirnya, kepergian salah satu dari mereka untuk menyusul Ibu menjadi cerita yang berbeda.
Todos los derechos reservados
#14
bss
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Living Conditions BROKEN HOME
  • Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah
  • Lumière || Dino SVT ✔️
  • 6 CAHAYA KEHIDUPAN
  • Adek Abang || END
  • Sudut Luka Nazea
  • Eliinaa
  • Menjadi Skala ✓
  • SESHILIA (Hiatus)
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • Askara Leonard (Re-Upload) [END]
  • langit biru
  • Yang Tak Terucap...
  • Hate Me Past, Not Now
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Semua Belum Usai [END]

"Ada anak-anak yang dilahirkan di bawah langit cerah. Ada pula yang tumbuh di balik kelabu, dengan doa yang tak terdengar." Ara kehilangan ayahnya saat usianya baru 2,5 tahun. Ia tak sempat mengingat hangatnya pelukan seorang ayah, dan kasih ibunya pun jarang ia nikmati. Ibunya sibuk, terlalu sibuk bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Saat usia delapan, ibunya menikah lagi. Tapi kehadiran ayah tiri tak serta-merta mengobati sunyi di hati Ara. Ia tumbuh canggung, asing dengan perhatian yang datang terlambat. Kehidupan membawanya berpindah-pindah-tinggal bersama nenek, berpindah sekolah karena perundungan, lalu hidup seadanya tanpa uang saku, bahkan tanpa makan. Ia dibenci keluarga ibu kandungnya, dimarahi, diusir, dibicarakan. Namun, ia tetap bertahan, hanya karena satu hal: harapan. "Bukan cinta yang menjadikannya kuat, tapi luka yang ia peluk diam-diam." Ara ingin sukses. Ia ingin membalas cinta tulus dari orang-orang yang benar-benar menyayanginya: ibu, ayah tiri, dan nenek kecilnya. Ia ingin mengubah langit kelabu menjadi pelangi, dengan tangannya sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido