"Maafkan aku, tapi aku...Aku tak bisa menyimpan rasaku," sekilas Sadewa tampak begitu gugup, karena Shaquilla menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Aku...Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku, jika boleh aku mengatakan. Aku...Aku sungguh mencintaimu Shaquilla, selalu, setiap hari dan selamanya"
Sadewa memaksakan diri untuk tersenyum, tapi entah kenapa senyum itu justru tampak begitu sendu di mata Shaquilla.
"Walau aku tau, rasa itu mungkin hanya bisa kusimpan saja dalam hati...."
"Kak Sadewa...." Shaquilla hampir-hampir tak dapat menahan gejolak rasa yang begitu menyesakkan dadanya, tapi sia-sia tangannya terulur hendak meraih Sadewa, karena setelah mengatakan itu, Sadewa tiba-tiba berbalik pergi meninggalkan Shaquilla.
Bersama hembusan angin yang mempermainkan rambut hitam panjangnya, bersama gemerlap bintang-bintang dan rembulan yang menerangi langkahnya. Sadewa pergi tanpa menoleh lagi, menaiki Harley Davidson yang ternyata terparkir di balik rimbunnya pepohonan di samping rumah Shaquilla.
Meninggalkan Shaquilla yang terpaku, mengharu-biru menatap pemuda bermata abu-abu yang sudah semakin menjauh dari pandangan.
"Kak Sadewa, kenapa? Apa maksud semua ini? Kakak datang dan pergi bagai hantu, tiba-tiba memberikan kotak musik ini, menyatakan cinta padaku lalu pergi begitu saja, ini bagai sebuah mimpi yang begitu mengejutkan, kata-kata Kak Sadewa juga, ya Tuhan, mirip seperti yang selalu diucapkan Indra padaku...."
Shaquilla merasa begitu gundah, tak terasa meraba bibirnya, seolah ciuman Sadewa tadi sudah begitu mengusik jiwanya. 'Indra, maafkan aku, tapi aku rasa aku...Aku sudah jatuh cinta dengan Kak Sadewa....' batin Shaquilla.
Lanjutan Effort! Dan sisanya pindah ke karyakarsa
Wajib baca yang sebelumnya.
Tapi kalau mau langsung baca terpisah, boleh.
Hati - hati pusing saat baca cerita ini.
Tolong ambil baiknya, dan buang buruknya. Jika tidak ada baiknya, cukup jadikan hiburan saja.
Jangan lupa follow akun ku, ya.
Permasalahan yang mereka pikir sudah selesai, pada kenyataannya belum sepenuhnya selesai. Kini perlahan pasti, permasalahan yang baru, mulai menghampiri dan kemungkinan memiliki sangkut paut dengan permasalahan yang sebelumnya.
Akan ada fakta-fakta lainnya yang akan mengejutkan untuk mereka.
Tak hanya permasalahan keluarga saja, melainkan masalah percintaan mereka yang tidak berjalan dengan mulus. Adanya beberapa konflik yang menghampiri.
-----
"Sayang, aku ada salah? Aku minta maaf, ya." ucap Bagas lembut melihat ke arah Claire
"Kamu ngapain sama Tasya? Mana pakai acara pegangan tangan segala." cemburunya, "ada hubungan apa?" tanya melihat ke arah Bagas
Deg
Claire lihat*batinnya.
"Aku gak ada hubungan apa-apa sama dia, sayang." ucap Bagas serius, "kamu lihat? Kamu bolos pelajaran?"
Claire diam tanpa minat menjawab pertanyaan dari Bagas. Lalu dirinya kembali menatap lurus ke arah depan.
"Cla, aku jujur. Aku benaran gak ada hubungan apa-apa sama dia."
"Ada pun gue juga gak perduli." ucapnya dingin tanpa melihat Bagas. "Kita cuma pacaran, belum tentu juga bakal lanjut ke hubungan serius." lanjutnya dengan perasaan sesak
"Claire...." lirih Bagas melirik kearah Claire dengan perasaan sesaknya.
"Gue gak suka di duain, terlebih sama musuh gue sendiri." ucap Claire dingin namun dengan perasaan sesaknya.
------
18+
Cerita seru, menarik, penuh akan plottwist, alur gak ketebak dan badas.
Start : 22 may 22
End : 22 okt 22