Purnama Tanpa Warna

Purnama Tanpa Warna

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 17, 2025
Tak pantas bagiku menuai kisah yang tak semestinya berujung seperti ini, seperti purnama yang tiba-tiba menghilang di balik awan kelabu. Ini adalah cerita tentang aku, dia, dan pesan yang tercatat di sepertiga malam yang sunyi. Sebuah permintaan terakhir dari seorang guru yang sekaligus kakak, aku menulis untukmu. Di antara kata-kata yang tak sempat terucapkan, ada perasaan yang tumbuh tanpa nama. Kita, yang berdiri di antara garis tak terjelaskan, pernah berada pada ambang yang tak pernah tercapai. Kita adalah dua jiwa yang pernah bercita-cita menjadi lebih dari sekadar baik. Namun takdir berkata lain, dan kisah itu terputus oleh perpisahan yang datang terlalu cepat. Pada Selasa, 7 Januari 2025, cerpen ini kehilangan pemiliknya. Tersisalah jejak cerita yang tak sempat dibaca oleh yang menulisnya, namun kini menjadi legenda yang menghidupkan kembali kenangan yang jauh. Kuharap, purnama itu, meski kehilangan warnanya, tetap bersinar dalam kenangan yang tak pernah pudar -Seiring waktu, aku menemukan potongan-potongan diriku dan segala perkara dapat kutanggung didalam 'Dia yang memberi Motivasi. Terimakasih.
All Rights Reserved
#301
kehilangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Akhir Penantian Diujung Senja
  • FIRST IMPRESSION
  • Penantian Hujan
  • Dirgantara
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • ANGKASARAYA
  • Setia Di Hati (Selesai)

Novel ini hanya berisi curhatan & sejarah hidupku. Selama ini aku selalu berbangga memiliki ingatan yang kuat, tetapi memasuki usia dewasa, aku mulai sadar ingatan ini mulai memudar. Seakan ingin lenyap, menjauh pergi, demi tunas memori baru. Oleh karena itu, sebelum ingatan ini benar-benar hilang, aku ingin mencurahkannya disini dengan harapan aku bisa membacanya lagi suatu hari nanti. Aku berharap novel ini bisa menjadi pelajaran, tentang bagaimana hebatnya Allah mengatur jalan takdir setiap hamba, bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik. Mungkin hari ini kita menangis meratapi nasib, tapi kemudian setelah waktu berlalu, Allah akan tunjukan alasan mengapa harapan itu bukanlah yang terbaik. Novel ini kupersembahkan untuk diriku sendiri, keluarga dan semua teman yang namanya tertulis didalamnya. Aku sangat mengapresiasi dan berterimakasih jika kalian berkenan mengizinkan nama asli kalian tertulis, agar para pembaca bisa mengkonfirmasi ke kalian akan kebenaran dari perjalanan hidup yang kutuang ini. Siapapun yang ingin mengembangkan pengalaman dalam novel ini, aku tidak keberatan justru aku sangat berterimakasih karena bagaimanapun aku belum punya pengalaman menghasilkan maha-karya. Mungkin sejarah hidupku tak seindah drama yang memiliki akhir bahagia & plot twist yang mengugah selera, terimakasih telah membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines