Purnama Tanpa Warna

Purnama Tanpa Warna

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 4
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd vri, jan. 17, 2025
WpInfo
Non-Fictie
Tak pantas bagiku menuai kisah yang tak semestinya berujung seperti ini, seperti purnama yang tiba-tiba menghilang di balik awan kelabu. Ini adalah cerita tentang aku, dia, dan pesan yang tercatat di sepertiga malam yang sunyi. Sebuah permintaan terakhir dari seorang guru yang sekaligus kakak, aku menulis untukmu. Di antara kata-kata yang tak sempat terucapkan, ada perasaan yang tumbuh tanpa nama. Kita, yang berdiri di antara garis tak terjelaskan, pernah berada pada ambang yang tak pernah tercapai. Kita adalah dua jiwa yang pernah bercita-cita menjadi lebih dari sekadar baik. Namun takdir berkata lain, dan kisah itu terputus oleh perpisahan yang datang terlalu cepat. Pada Selasa, 7 Januari 2025, cerpen ini kehilangan pemiliknya. Tersisalah jejak cerita yang tak sempat dibaca oleh yang menulisnya, namun kini menjadi legenda yang menghidupkan kembali kenangan yang jauh. Kuharap, purnama itu, meski kehilangan warnanya, tetap bersinar dalam kenangan yang tak pernah pudar -Seiring waktu, aku menemukan potongan-potongan diriku dan segala perkara dapat kutanggung didalam 'Dia yang memberi Motivasi. Terimakasih.
Alle rechten voorbehouden
#254
kepergian
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Penantian Hujan
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • FIRST IMPRESSION
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Dirgantara
  • Antara Aksara dan Kata
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING

Disaat ribuan kenangan yang tertinggal beberapa waktu lalu, ternyata belum terkubur jauh-jauh karena mungkin ini adalah kisah cinta yang terlalu cepat. Atau sebuah permainan kematian yang harus diselesaikan sebelum tgl 13 atau sebelum bulan purnama berakhir. Disaat semuanya diselimuti rasa takut, terjebak bersama iblis di sebuah rumah tua. "Mengapa pelangi itu cepat pudar? Hilang antah berantah tak ada kabar. Kini hati rindu resah, sulit tuk mengungkap rasa. Apakah hujan akan segera membawa kembali. Hati yang memantau cinta yang menanti." "Angin telah bertiup lalu, daun-daun kering menghilang sekejap..datang sekawanan debu yang menghalau mata bara api, hingga hadirlah secercah cahaya yang membuat bunga kembali berseri." Lalu kamu bukanlah Caesar, Mark Anthony atau pun Ptolomeus yang bengis dan sadis. Namun ini adalah kisah cinta seorang jurnalis yang manis dan sinis. Pertemuan singkat antara jurnalis muda dan arkeolog muda. Kekuatan dari segalanya tak akan berguna tanpa cinta. Aku ingat itu kawan. -Hujan kali ini membawaku pada kenangan sekaligus membawa kenangan itu pergi menjauh dariku. Itulah sebabnya aku menanti hujan reda-

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen