For Revenge

For Revenge

  • WpView
    Reads 2,921
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 5, 2025
Bagaimana rasanya melihat adik yang kau sayangi hancur karena menjadi korban bullying? Olivier tak hanya merasakan sakit itu-ia menanggungnya seolah itu adalah luka dirinya sendiri. Luka yang membakar amarahnya hingga ia tak lagi bisa diam. Dengan tekad yang bulat, ia memutuskan untuk melawan. Membalas setiap perlakuan kejam yang telah menghancurkan hidup adiknya. Namun, balas dendam bukan perkara mudah. Di dunia di mana kekerasan hanya melahirkan kekerasan, Olivier mendapati dirinya terjebak dalam lingkaran gelap yang sama berbahayanya. Apakah ia berhasil membuat para pelaku membayar harga atas perbuatannya? Ataukah rencana balas dendamnya justru menyeretnya lebih dalam, hingga ia kehilangan dirinya sendiri? Di tengah kabut amarah dan rasa bersalah, Olivier harus memilih antara melawan dengan tangannya sendiri, atau menemukan jalan lain yang lebih berarti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Set Me Free 'ORINE°
  • Good Girl or Naughty Girl (END) 🍁
  • Tanduk Kecil di Atas Kepala Kita
  • Jejak yang Hilang (END)
  • Evanescent [END]✓
  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Menyerah atau Bertahan?

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines