For Revenge

For Revenge

  • WpView
    Reads 3,064
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 5, 2025
WpInfo
Fanfic
Alternate Universe (AU)
Action and Thriller
Bagaimana rasanya melihat adik yang kau sayangi hancur karena menjadi korban bullying? Olivier tak hanya merasakan sakit itu-ia menanggungnya seolah itu adalah luka dirinya sendiri. Luka yang membakar amarahnya hingga ia tak lagi bisa diam. Dengan tekad yang bulat, ia memutuskan untuk melawan. Membalas setiap perlakuan kejam yang telah menghancurkan hidup adiknya. Namun, balas dendam bukan perkara mudah. Di dunia di mana kekerasan hanya melahirkan kekerasan, Olivier mendapati dirinya terjebak dalam lingkaran gelap yang sama berbahayanya. Apakah ia berhasil membuat para pelaku membayar harga atas perbuatannya? Ataukah rencana balas dendamnya justru menyeretnya lebih dalam, hingga ia kehilangan dirinya sendiri? Di tengah kabut amarah dan rasa bersalah, Olivier harus memilih antara melawan dengan tangannya sendiri, atau menemukan jalan lain yang lebih berarti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak yang Hilang (END)
  • Evanescent [END]✓
  • dream
  • KANAYA (Belum Revisi)
  • Good Girl or Naughty Girl (END) 🍁
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Tanduk Kecil di Atas Kepala Kita
  • Hupomeno✅
  • Paradise

Warning 15+ | Trigger: mental health, self-harm (trichotillomania) Di balik kamar kos yang senyap dan lampu meja yang remang, seorang gadis menatap dirinya sendiri dalam cermin. Wajahnya cantik, tapi tak utuh. Matanya sayu, bibirnya diam, dan tangannya... sibuk mencabut helai demi helai rambutnya sendiri. Aurelia bukan gadis yang cerewet. Ia bukan pusat perhatian, bukan pula korban dari drama percintaan remaja biasa. Ia sedang berperang-bukan dengan siapa-siapa, tapi dengan dirinya sendiri. Dalam dunia yang terlalu ribut dan hati yang terlalu sunyi, Aurelia hanya ingin satu hal: sedikit keheningan yang tak membuatnya merasa terguncang. Tapi bahkan malam pun kini ikut berisik. Ini bukan cerita tentang gadis kuat yang bangkit dengan mudah. Ini cerita tentang sunyi yang mengikis pelan-pelan, dari dalam. Siapkah kamu menatap pantulan yang tak semua orang sanggup lihat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines