Bliss Treasure at The 100th

Bliss Treasure at The 100th

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 10, 2025
[ Bantu vote untuk dilanjut ya ] Apakah kalian mempercayai bahwa selain di dunia ini, ada dimensi lain berisikan berbagai banyak makhluk hidup selain kita? Namun sayang, berbagai dimensi-dimensi akan musnah karena ada sesosok roh jahat yang hinggap di dimensi 99 mulai memasuki berbagai dimensi untuk menghancurkan seluruh dunia. Karena itu, Sang Dewi dengan keagungannya memanggil jiwa yang akan menjadi petualang mengalahkan roh-roh jahat dan menyelamatkan berbagai dunia dimensi. Tetapi, pemanggilan tersebut rupanya sangat unik, kasus pemanggilan langsung 3 orang dengan waktu, menit, dan detik yang sama. Apakah mereka bertiga akan menjadi para petualang yang hebat? Apakah mereka benar-benar bisa menyelamatkan berbagai dunia dimensi?
All Rights Reserved
#223
pertualangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • Im the Krista
  • The Spesial Bride of Dragon
  • batasan bumi
  • Minikui Hitobito Tensei : Change My Fate In Another World
  • The Miracle Of Crystals
  • A World Of Different Dimensions
  • Esmeralda (Finished)

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines