PILIHANKU MUTLAK!!

PILIHANKU MUTLAK!!

  • WpView
    Leituras 48
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, abr 21, 2025
Dia tak peduli padaku, maka pergilah dari sisiku. Jangan ganggu diriku di saat aku mulai menyukaimu, namun kamu mempunyai wanita yang lebih kau cintai. Maka keputusanku adalah pergi atau menetap di antara kebimbangan, terus mencintaimu atau melupakanmu walaupun kamu di sisiku. Atau aku harus pergi jauh untuk membangun prestasi dan keinginanku. Aku harus pilih yang mana di antara ketiga pilihan itu. Aku, Cleona Camelia, yang tidak pernah salah dengan pilihanku karena pilihanku itu mutlak.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • You're Here, But Not For Me
  • Aisyah
  • ANANTA [COMPLETED]
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • Why Him? [Completed]
  • The Choice
  • You Promised [END]
  • A.C.D ~ [Slow Update] ~
  • Love, Kaleela
  • I Love My Little Sister

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo