JANGAN IKUTI KAMI!

JANGAN IKUTI KAMI!

  • WpView
    LECTURAS 54
  • WpVote
    Votos 29
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinΓΊa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 10, 2025
Bayangan Kelam di Balik Senyum Udara pegunungan yang sejuk menusuk tulang tak mampu meredam gelisah yang menjalar di hati Agra. Ia menatap cermin spion mobil, memperhatikan wajah-wajah teman-temannya yang tampak begitu riang. Padahal, di dalam hatinya, Agra merasakan ada yang janggal. Sejak beberapa hari terakhir, ia seringkali dihantui oleh mimpi buruk yang sama: bayangan gelap mengejarnya, suara tawa menyeramkan menggema di telinganya. "Gra, lo kenapa sih bengong mulu?" tanya Zaki, memecah lamunan Agra. Agra tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan kegelisahannya. "Enggak apa-apa kok, Zak. Cuma mikirin tugas aja." Mereka terus melaju menyusuri jalanan berkelok-kelok. Semakin jauh mereka masuk ke dalam hutan, semakin sunyi dan mencekam suasana. Sinar matahari mulai tertutupi oleh pepohonan yang rimbun, menciptakan bayangan-bayangan aneh di sepanjang jalan. Dania, gadis dengan rambut pirang panjang, tiba-tiba menunjuk ke arah luar jendela. "Lihat, Gra! Ada kabut tebal di depan!" Semua mata tertuju pada kabut tebal yang menyelimuti jalan di depan mereka. Kabut itu semakin mendekat, perlahan-lahan menelan mobil yang mereka tumpangi. Visibilitas semakin terbatas. Agra menginjak pedal rem, namun mobil tidak berhenti. Ia mencoba memutar setir, tetapi mobil tetap melaju lurus. "Remnya blong!" teriak Agra panik. Mobil semakin melaju kencang, mendekati jurang yang menganga di hadapan mereka. Semua penumpang menjerit histeris. Dalam sekejap, mobil itu terjun bebas ke dalam jurang yang gelap gulita.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa mÑs grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

QuizΓ‘s tambiΓ©n te guste

  • ABIAN HALA
  • ARGA [REVISI]
  • Aku Bukan Hantu (Selesai)
  • XTEG
  • Bara [REVISI]
  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • gadis boneka? (END)
  • Sailing With You [END]
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

MΓ‘s detalles
WpActionLinkPautas de Contenido