Peluk Luka Ini

Peluk Luka Ini

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 27, 2025
❝Ayah, Bunda, aku hanya menginginkan kasih sayang seperti keluarga pada umumnya.❞ *** ⚠️ DON'T COPY MY STORY ⚠️ Murni hasil karya sendiri
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Setulus Air Mata Anyer☑️
  • Jejak Yang Tersisa
  • SILENT TEARS  (REVISI)
  • NISARGA [ PINDAH LAPAK !! ]
  • Kio Or Jio
  • Titik Capai ✔️

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines