Story cover for January: Awal Dari Cahaya dan Kegelapan by Abu-Abu-abu
January: Awal Dari Cahaya dan Kegelapan
  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 31
  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 31
Complete, First published Jan 10
Alaric, seorang petualang muda, memulai pencarian artefak Eternis yang legendaris, yang dikatakan memiliki kekuatan untuk menghubungkan dunia manusia dengan dunia para dewa. Dalam perjalanan ini, ia berhadapan dengan sekte gelap yang ingin menguasai artefak tersebut, sementara Alaric terjerat dalam ujian moral yang menguji keberaniannya.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add January: Awal Dari Cahaya dan Kegelapan to your library and receive updates
or
#472medival
Content Guidelines
You may also like
Destiny of the Cultivator: War of the Gods   by Haidarvante18
42 parts Complete
Kael. Hanya satu nama, namun membawa beban kesendirian yang mendalam. Ia adalah sebatang kara yang tumbuh di dalam pelukan kesunyian sebuah desa terpencil, jauh dari gemerlap peradaban. Kehidupannya yang bersahaja mendadak koyak ketika, melalui takdir yang teramat kejam, ia terseret ke dalam pusaran konflik yang selama ini hanya menjadi bisikan dalam mitos, peperangan epik antara para dewa. Titik baliknya terletak pada penemuan yang mengubah segalanya: Void Core. Bukan sekadar artefak, melainkan jantung kekuatan yang tak terjamah, bersemayam di dalam dirinya, memberinya kemampuan unik yang melampaui nalar manusia. Kekuatan dari kehampaan itu kini menjadi satu-satunya tameng bagi dunia yang ia cintai. Dipaksa untuk memahami dan mengendalikan energi yang mengancam untuk merobek jiwanya, Kael harus melampaui setiap batas yang ia kenal. Perjalanan yang membentang di hadapannya adalah sebuah ujian agung. Ia tak hanya melawan dewa yang berlumur amarah dan makhluk-makhluk kosmik yang mengerikan, tetapi juga melawan keraguan yang menggerogoti kalbu. Setiap langkah membawanya semakin dekat pada puncak dilema yang mengguncang dasar eksistensi: Apakah ia akan memilih untuk mengorbankan segalanya, termasuk esensi dirinya, demi mewujudkan visi suci tentang sebuah dunia yang terlahir kembali dari abu kehancuran? Atau, akankah ia menyerah pada kekuatan takdir yang mengikat, membiarkan kehampaan menelan cahaya terakhir harapan, dan menyaksikan peradaban manusia lenyap ditelan kegelapan abadi?
You may also like
Slide 1 of 7
Destiny of the Cultivator: War of the Gods   cover
Scorch: Eternal Flame cover
Panggilan dari Kegelapan cover
Blades of  the butterfly  cover
Antiqua Terra cover
RELIK DUA DUNIA: KEBANGKITAN DARI TANAH AITHER(Lengkap)  cover
PENJAGA DUNIA PARALEL cover

Destiny of the Cultivator: War of the Gods

42 parts Complete

Kael. Hanya satu nama, namun membawa beban kesendirian yang mendalam. Ia adalah sebatang kara yang tumbuh di dalam pelukan kesunyian sebuah desa terpencil, jauh dari gemerlap peradaban. Kehidupannya yang bersahaja mendadak koyak ketika, melalui takdir yang teramat kejam, ia terseret ke dalam pusaran konflik yang selama ini hanya menjadi bisikan dalam mitos, peperangan epik antara para dewa. Titik baliknya terletak pada penemuan yang mengubah segalanya: Void Core. Bukan sekadar artefak, melainkan jantung kekuatan yang tak terjamah, bersemayam di dalam dirinya, memberinya kemampuan unik yang melampaui nalar manusia. Kekuatan dari kehampaan itu kini menjadi satu-satunya tameng bagi dunia yang ia cintai. Dipaksa untuk memahami dan mengendalikan energi yang mengancam untuk merobek jiwanya, Kael harus melampaui setiap batas yang ia kenal. Perjalanan yang membentang di hadapannya adalah sebuah ujian agung. Ia tak hanya melawan dewa yang berlumur amarah dan makhluk-makhluk kosmik yang mengerikan, tetapi juga melawan keraguan yang menggerogoti kalbu. Setiap langkah membawanya semakin dekat pada puncak dilema yang mengguncang dasar eksistensi: Apakah ia akan memilih untuk mengorbankan segalanya, termasuk esensi dirinya, demi mewujudkan visi suci tentang sebuah dunia yang terlahir kembali dari abu kehancuran? Atau, akankah ia menyerah pada kekuatan takdir yang mengikat, membiarkan kehampaan menelan cahaya terakhir harapan, dan menyaksikan peradaban manusia lenyap ditelan kegelapan abadi?