The Letter

The Letter

  • WpView
    GELESEN 69
  • WpVote
    Stimmen 6
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., März 28, 2025
WpInfo
Belletristik
Fantasy
Di tengah malam, sebuah amplop misterius terselip di bawah pintu kost Certa. Tidak ada nama pengirim, tidak ada nama penerima, hanya berisi sebaris alamat yang asing baginya. Dorongan rasa penasaran membuatnya membuka pintu, namun yang tertinggal hanyalah kesunyian yang mencekam. Mengikuti jejak misteri itu, Certa membiarkan dirinya dituntun ke sebuah rumah tua yang telah lama ditinggalkan. Menghadapkannya pada serangkaian kejadian aneh yang tak dapat dijelaskan logika. Bayangan samar di sudut mata, suara-suara yang berbisik dari balik dinding, dan rahasia yang perlahan terkuak-semuanya menuntunnya pada satu pertanyaan besar: Siapa yang mengundangnya ke tempat ini? Dan lebih penting lagi... mengapa? Di dalam rumah itu, kebenaran yang terkubur mulai bangkit. Namun semakin dalam Certa mencari jawaban, semakin ia menyadari bahwa ada sesuatu-atau seseorang-yang juga mengamatinya. Sesuatu yang ingin rahasia itu terbongkar. . . . Original story by : Xatire_Hechste Cover by : Pinterest + Edit
Alle Rechte vorbehalten
#403
maleprotagonist
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • DOSA DIAM
  • RUMAH KOST REMASURI (TAHAP REVISI)
  • Guy Next Door [Sunoo] | Completed ✓
  • ALGENTA
  • Jejak Dalam Diam [SELESAI✓]
  • Rumah Dan Teman? [END]
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • PANTHERO SECRET [END]
DOSA DIAM

Di balik pagar tinggi dan lantunan ayat yang terus mengalun, ada tempat yang tampak damai. Setiap hari diatur oleh jadwal yang sama, suara azan yang memanggil, dan wajah-wajah yang seolah tenang. Tapi ketenangan tak selalu berarti aman. Beberapa datang ke tempat itu untuk mencari ilmu, sebagian untuk mencari arah. Namun ada yang datang membawa beban yang tak kasat mata, beban yang tak bisa ditinggal di luar gerbang. Di dalam kamar-kamar sempit dan lorong-lorong yang tak pernah benar-benar sepi, sesuatu mengintai. Bukan sosok. Tapi perasaan. Tekanan. Dendam. Dan rasa bersalah yang tak pernah padam. Apa yang terjadi di masa lalu seolah terkubur rapi. Tidak ada yang berani membicarakannya, apalagi menanyakan. Tapi diam tidak pernah benar-benar memadamkan kebenaran. Ia hanya menundanya... sampai waktunya tiba untuk muncul dalam bentuk yang tak terduga. Dan ketika suara-suara samar mulai terdengar saat malam tiba, ketika tatapan menjadi dingin dan doa-doa terasa hampa-seseorang tahu bahwa tempat itu tidak lagi menjadi tempat berlindung. Tapi medan perang yang sunyinya bisa membunuh siapa saja yang memilih tetap diam.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien