DANDELION

DANDELION

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Satu hal yang paling tidak Jihan sukai, ketidakpastian. Semakin beranjak usia, dunia semakin tidak pasti, setiap tapak yang ia lalui adalah jalan semu yang kapanpun bisa membuatnya terjatuh. Tak satupun yang memberi tahu bahwa usia remaja penuh akan ketidakpastian. Meraba-raba pada setiap jalan yang dilalui, buta pada arah mana yang akan dituju. Ia tidak tahu, tidak mengerti, tidak paham akan langkah mana yang akan ia pilih. Masa remaja dimana ia mulai merasakan sebuah kebebasan, masa dimana ia mencicipi dunia yang fana, belajar tentang bagaimana sebuah dunia bekerja. Hidupnya yang awalnya berjalan normal dengan hanya bersekolah, bermain dengan teman-teman, berkumpul dengan keluarga adalah cukup bagi dirinya. Tanpa percintaan yang mulus seperti yang lain adalah bukan suatu masalah. Namun, ketika suatu waktu, sebuah kekalutan akan masa depan, pertemanan, dan keluarga datang silih berganti, seseorang hadir dalam hidupnya. Menawarkan sebuah asa yang sulit untuk diabaikan. Memupuk bunga agar kupu-kupu memenuhi dirinya. Menghadirikan dunia yang belum pernah ia datangi. Namun, apakah Jihan berani mengambil sebuah resiko dan meninggalkan zona nyaman yang ia buat? Rela menggadaikannya demi satu hal yang ia tidak suka, ikut berjalan dalam sebuah ketidakpastian yang ditawarkan? Sebuah kisah tentang seorang gadis remaja yang mengusahakan hidupnya agar kembali berada pada garis nyaman
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • Me,You and the story we went through.
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Apakah Kita Bisa Bersama
  • LOSER'S HAPPINESS (END)
  • Bentangan Payung Biru
  • The First, Not the Last
  • A Memory to Remember
  • Titik Terbaik | END
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines