Ketika Semesta Enggan Merestui

Ketika Semesta Enggan Merestui

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 15, 2025
Hampir saja aku luruh tertelan bumi. Bercerita tentang seorang individu yang terjebak dalam dilema hidup yang berat. Dalam perjalanan emosionalnya, ia menghadapi momen-momen kelam yang membuatnya merasa seakan-akan dunia sedang runtuh di sekitarnya. Keputusannya yang salah, perasaan kehilangan, dan kekecewaan yang mendalam menghantamnya seperti badai, membuatnya merasa hampir tak bisa bertahan. Hanya kumpulan kata.
All Rights Reserved
#231
katakata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • LEBUR JIWA [Lengkap]
  • We're destined to met, not to united.
  • BINA
  • My Junior My Love ✔️
  • Memories in Moon
  • 10 Detik, Goodbye!
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines