Redamancy

Redamancy

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 12, 2025
"Jika semesta adalah labirin yang penuh dengan teka-teki, maka aku adalah pejalan gigih yang tak kenal letih. Aku akan menelusuri lorong-lorong gelap, melintasi dinding-dinding yang berbisik tentang keputusasaan, hanya untuk satu hal: menemukanmu, dan membuktikan bahwa akulah sang tulus itu." -Sakalingga Ibra Pratama "Kamu, dengan senyuman yang membuat matahari malu untuk bersinar terlalu terang. Aku, dengan langkah ragu yang akhirnya menjadi pasti ketika aku mendekatimu. Kita berbagi tawa, cerita-cerita kecil, dan kehangatan yang bahkan waktu tak mampu memudarkan-enggan pulang dan membasmi apapun yang menjadi penghalang." -Alana Cantika "Kita adalah dua orang asing di tengah hiruk-pikuk kota. Mata kita saling bertemu di keramaian, dan untuk sesaat, dunia berhenti. Aku tahu, tanpa perlu bertanya, kamu adalah rumah yang selama ini kucari. Bahkan jika kita berpisah setelah pertemuan itu, semesta akan terus menggiring kita untuk bertemu lagi- karena itulah takdir bekerja untuk dua hati yang seharusnya bersama." -Arka Putra Dharma
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika : Titik Temu
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • ELZEAN [On Going]
  • Laila Azzahra [ON GOING]
  • Ex or New? [REVISI]
  • LOH MANTANN?!!
  • ARBIAN [ ON GOING ] √
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • DERSIK

Arkana hanya berniat pulang kerja seperti biasa, hingga pertemuannya dengan seorang perempuan di kereta mengubah segalanya. Alira, dengan tatapan hangat dan senyuman penuh rahasia, datang dan pergi seperti mimpi yang belum sempat diingat. Namun takdir belum selesai bicara. Ketika Alira menghilang tanpa jejak, Arkana tenggelam dalam penantian panjang yang dipenuhi tanya. Tapi hidup terus berlanjut, dengan kafe yang jadi tempat berlindung, teman-teman yang konyol sekaligus tulus, hingga secercah harapan yang muncul dari potongan petunjuk yang berserakan. Senandika bukan sekadar kisah cinta dua insan. Ini adalah cerita tentang kehilangan, harapan, keluarga, dan keberanian untuk mencintai meski luka belum sembuh sepenuhnya. Dan ketika mereka bertemu kembali, apakah cinta masih tinggal di antara jeda waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines