The Echo Of Light : A Journey Beyond

The Echo Of Light : A Journey Beyond

  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 18, 2025
Hasbi adalah seorang mahasiswa yang ceria dan penuh semangat, selalu menjadi pusat energi bagi orang-orang di sekitarnya. Namun, di balik tawa dan keberaniannya, ia menyimpan rahasia yang tak pernah ia bagikan kepada siapa pun: penyakit mematikan yang perlahan-lahan merenggut hidupnya. Meski sudah berusaha melalui berbagai pengobatan, takdir berkata lain. Pada akhirnya, Hasbi memilih untuk menjalani hari-hari terakhirnya dengan damai, tanpa membebani keluarga atau teman-temannya. Ia berpulang dengan tenang, di atas sajadah dengan tasbih di tangannya, meninggalkan dunia ini dengan doa yang lirih dan senyum yang penuh keikhlasan. Namun, kepergian Hasbi tidak menghapus jejaknya. Surat-surat terakhir yang ia tinggalkan untuk sahabat-sahabatnya membawa mereka pada perjalanan mendalam, mengungkap rahasia tentang cinta, kekuatan, dan cahaya yang terus hidup di dalam hati mereka. "The Echo of Light: A Journey Beyond" adalah kisah penuh haru tentang kehilangan dan warisan abadi dari seorang pemuda yang berjuang hingga akhir, menunjukkan bahwa bahkan dalam kematian, cahaya cinta dapat terus bergema. started : 11 Januari 2025 finished : - RANKING 🏅rank 5 on hashtag Hasbi [ 18012025 ] 🥉rank 3 on hastag Hasbi [ 16032025 ] 🏅rank 16 on hastag Heeseung [ 16032025 ]
All Rights Reserved
#37
hasbi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA HAMPA
  • Exhausted Soul | EN- [REVISI]
  • Fake Kindness ; Ni-ki ft. Enhypen [✓]
  • Serendipity in London (Heejake) END
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • Is Gone || ENHYPEN
  • Rumah Tak Lagi Pulang [On Going]
  • Fragile, Yet Loved (HEEJAKE) END

Hampa, kata itu menjadi hal yang ada di benaknya setiap kali ia pulang ke "rumah" miliknya. Tak ada niatan baginya, untuk sekedar membuat rumahnya lebih berwarna lagi. Dunianya terasa hampa, setiap kali ia ingin mengeluh. Ia kebingungan, mencari tempat untuk bersandar, dan bercerita tentang hari-harinya yang sulit. "Rumah" miliknya memang selalu berbeda, di sana sunyi. Di sana tidak terasa seperti ada kehidupan sedikit pun, hampa. Bahkan "rumah" yang dikatakan orang-orang sebagai tempat pulang itu, tak sama baginya. "Rumah" yang dianggap sebagai dunia kasih sayang bagi orang-orang, juga tak sama baginya. Semuanya bohong, semua tentang dirinya. Yang katanya menjadi kebanggaan bagi semua orang, tanpa ada kekurangan. Berjuta-juta lara tak pernah absen dari dirinya, seakan-akan seperti tidak ada detik tanpa kebohongan baginya. Sampai kapan, ia harus merasakan semua kesunyian ini? Kapan, kehampaan ini akan usai? Di mana, ia bisa mengekspresikan dirinya, selayaknya remaja pada umumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines