Hotel Memento Mori ( Blue Moon )

Hotel Memento Mori ( Blue Moon )

  • WpView
    Reads 1,087
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 12, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Hotel yang memiliki fasilitas yang hanya digunakan untuk roh-roh yang akan pergi ke akhirat dengan pelayan yang begitu memuaskan. Dunia yang berbeda namun memiliki aktivitas dan kepunyaan yang sama , dua dunia ini tidak memiliki perbedaan yang jauh , hanya tempat mereka yang berbeda Hotel Memento Mori memiliki makna yang menuju tentang kematian dan hanya kematian. " Ingatlah akan kematian " " Ingatlah untuk mati "
All Rights Reserved
#279
freenbecky
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa di Dunia yang Terlupakan
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan
  • Crazy Fox Lady (TAMAT)
  • seirenes
  • DREAM
  • SI NAKAL DAN 6 KAKAK NYA
  • Apocalypse || BabyMonster
  • TAPOPS  | BoBoiBoy X Reader [on Going]
  • cahaya yang memilih gelap.

Di ujung lorong dunia yang tak terjamah peta, berdirilah sebuah restoran kecil-hangat, remang, dan ajaib. Tak ada papan nama, tak ada antrean manusia. Namun malam demi malam, kursi-kursi kayu diisi oleh tamu-tamu dari kisah yang terlupakan: Banshee yang menangis dalam diam, Putri Duyung yang kehilangan nada, Gumiho yang menyembunyikan luka, hingga dewa bersayap yang tak sanggup berbicara. Di balik meja dapur, seorang pria memasak bukan untuk perut, melainkan untuk jiwa. Ia tak banyak bicara, namun masakannya menampung kisah dan luka mereka. Di sisinya, seorang wanita bernama Lyra menjadi jembatan antara dunia manusia dan dunia magis-seorang penjaga rasa dan kenangan. Namun restoran ini menyimpan rahasia. Pembayaran tak datang dalam bentuk uang, melainkan item magis penuh arti-dan semakin banyak yang datang, semakin besar bayangan yang menanti. Dulu mereka memasak hanya untuk bertahan hidup. Kini, mereka menyajikan rasa untuk makhluk yang bahkan dunia pun enggan mengingat. Namun... Sampai kapan tempat ini akan bertahan? Dan ketika rasa tak lagi cukup, siapa yang akan memberi arti pada dunia yang perlahan melupakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines