Depernogra - De Persona Non Grata

Depernogra - De Persona Non Grata

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 15, 2025
De Persona Non Grata (Depernogra) - "orang yang tidak diinginkan." - adalah cerita tentang kehilangan, harapan, dan keberanian untuk melanjutkan hidup, meskipun dunia terasa tidak adil. Di tengah kegelapan, selalu ada secercah cahaya yang dapat menuntun mereka kembali ke jalan yang seharusnya. Sekelompok manusia yang merasa tidak dianggap ada di dunia, berkumpul di sebuah kafe. Delapan orang - empat perempuan dan empat laki-laki - terduduk di meja yang sama, di bawah cahaya lampu yang temaram. Mereka adalah orang-orang yang, dalam pandangan dunia, seolah tak memiliki ruang, tak ada tempat. Semua merasakan hal yang sama: bahwa mereka tak benar-benar hidup di mata orang lain. Di tengah-tengah manusia ini, ada dua anak kucing yang tampaknya mengerti perasaan manusia-manusia ini. Keduanya berkeliaran di antara meja, tak terganggu dengan dunia luar, hanya ada di sini, bersama mereka. Di kafe ini, tak ada penilaian, tak ada ekspektasi-hanya ruang untuk menjadi. Ratu, sang pemilik kafe, juga merasa sama. Mereka datang, satu per satu, memberi mereka tempat untuk beristirahat dari dunia yang tak pernah peduli pada mereka. Di sinilah, mereka belajar untuk saling memahami, untuk menerima bahwa mereka mungkin tak akan pernah dianggap penting oleh banyak orang, tapi di tempat ini .
All Rights Reserved
#839
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sunyi tak terlihat
  • ABOUT YOU! [Harqeel]
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Breathe
  • Insecure [REVISI]
  • Di Antara Tawa dan Tragedi (REVISI!)
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • You're Not Alone (END)

Rachel, Seorang Gadis yang tumbuh di rumah megah dan sunyi. Menurut sudut pandang orang lain, hidupnya terlihat sangat sempurna-anak dari keluarga terpandang, cerdas, berprestasi, cantik dan anggun. Namun yang tidak diketahui oleh banyak orang, dia dalam dirinya terbangun dunia penuh luka, kesepian, dan suara-suara bising yang tak bisa ia redam. Segalanya mulai berubah saat ia menemukan kedai kopi kecil di sudut kota tempatnya kemudian berkuliah. Di sana, ia bertemu Arka, barista yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Lewat buku pemberian Arka, karya seorang pria bernama mas titik, Rachel terjun ke dunia yang lebih gelap dari dirinya sendiri, mencoba banyak cara agar bisa memperbaikinya dari dalam. Bersama Sita, sahabat yana ia temui di awal kuliah, mereka membangun benteng kecil dari pelukan dan perasaan untuk saling menguatkan untuk sembuh. Namun hidup tak hanya tentang penyembuhan-ada juga kejatuhan. Rachel dan Sita harus menghadapi kecanduan, gangguan mental, dan perasaan yang sulit mereka pahami, bahkan dari diri sendiri. Di balik semuanya, tumbuhlah cinta yang pelan, sunyi, dan tertahan. Cinta yang tak diucapkan, tapi menjelma dalam perhatian, dalam tatapan singkat di antara percakapan tentang dunia yang menyakitkan. Ini adalah kisah tentang luka, cinta dan keberanian dari manusia yang hidup dengan realitas gelapnya. Tentang bagaimana cinta tak selalu hadir dengan kata, dan terkadang menikam secara perlaham.

More details
WpActionLinkContent Guidelines