Saat Selene -sahabat sekaligus calon saudara iparnya-masuk koma karena kejadian misterius yang tampak seperti penjambretan biasa, Alethea Arsenia Wardhana berubah dari siswi populer menjadi tersangka utama dalam tragedi yang mengguncang sekolah elit mereka.
Difitnah, dibenci, dan diasingkan oleh semua orang-termasuk pacarnya sendiri, Kaelen dan Alethea dipaksa bertahan di tengah tekanan psikologis, trauma masa lalu, dan kehamilan tak terduga akibat satu malam penuh kekeliruan dan kekerasan.
Dengan hanya Leander di sisinya-sahabat satu-satunya yang membela Alethea-dan Dion, mantan pacar yang ambigu antara penyesalan dan pengkhianatan, Alethea harus membuka kebenaran yang dikubur dalam-dalam oleh keluarga terpandang yang tak sebersih tampilannya di media.
Saat semua kebenaran mendekat ke permukaan, semuanya sudah terlambat, akankah semua penderitaan Alethea dapat dimaafkan?
"Get rid of it. I don't want a child from a killer like you. You knew all along-I only used you to satisfy my lust and escape the stress. It was never about love." - Kaelen
("Singkirkan itu (Gugurin kandunganmu). Aku tidak mau punya anak dari pembunuh sepertimu. Kamu sudah tahu sejak awal-aku hanya memanfaatkanmu untuk memuaskan nafsuku dan melarikan diri dari stres. Ini tidak pernah soal cinta.")
"Bahkan sampai akhir pun, you never trust me Kaelen, terus apa gunanya "Kita", mungkin aku yang terlalu bodoh karena terus mempertahankan kamu" - Alethea
NOTE : MENGANDUNG PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS
⚠️ CERITA INI MENGANDUNG BAHASA KASAR, KEKERASAN, DAN UNSUR DEWASA HARAP BIJAK DALAM MEMBACA DAN TIDAK UNTUK DI TIRU
Bagaimana perasaan kalian jika memiliki pacar yang begitu sempurna. Bukan hanya dari fisiknya dan wajahnya tapi juga prestasi yang dia miliki. Rasanya itu sebuah anugerah bukan?
Itulah yang dirasakan oleh Jia Ayunara. Gadis biasa yang memiliki wajah tembem dan badan sedikit berisi. Baginya dia tidak ada cantik-cantiknya. Tentunya dia senang dan lebih tepatnya sangat senang.
Hingga suatu hari, Jia baru sadar jika apa yang sudah dia lakukan adalah hal yang salah. Memang seharusnya sedari awal dia tidak menerima semua itu.
Apa yang mereka katakan tentang pacarnya dan primadona sekolah memang benar. Mereka sama. Mereka sederajat dan ciuman yang dia lihat sudah menjawab semuanya.
Nakula Janendra Damayantra bukan hanya mengajarkannya cinta tapi juga mengajarkannya makna sakit hati.
Putus adalah jalan terbaik bagi Jia dan juga awal gila yang dia lakukan. Nakula tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.