JANUARI

JANUARI

  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jan 11, 2025
Tahun 2007 Vio menjalani cinta jarak jauh dengan pacarnya, pacar Vio bekerja disalah satu perusahaan pabrik kayu terbesar di Riau. "Jadi kamu dengan bang dika itu masih berhubungan seperti dengan abang juga dek...kalian intens komunikasi sleep call sampai dia tau segalanya tentangmu dek?" "Eh...gak ada yaa...kalau kamu lebih percaya sama dia ya udah...adek kesal sama kamu bang...kita sudahi saja yah...dengarin aja apa katanya itu!" Kenapa kamu lebih percaya omongannya sih sayang? adek udah berapa kali yakinkan kamu tapi kamu mendengar omongan sikampret itu! aku harus gimana Ya Allah...kamu satu-satunya yang bikin aku nyaman dengan hubungan ini...batinku bergejolak sementara aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi...Kesaaaaallll kenapa harus jadi seperti ini hubunganku dengannya yang sudah kujalani hampir 1 tahun ini jarak jauh.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Duda Incaran Shana (SELESAI)
  • ALTERNATE UNIVERSE
  • Office Hours
  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)
  • It's True Love With Ketos
  • Okay, Boss! (SELESAI)
  • Positif Cuek 100% (SELESAI)
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • Sebuah Titik : SAGARA

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan