Because of the bad Experience -One Direction-

Because of the bad Experience -One Direction-

  • WpView
    Reads 240,495
  • WpVote
    Votes 29,762
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 4, 2015
WpInfo
Fanfic
1Direction
[COMPLETED] 'Dari hidupku ini, aku bisa mengambil banyak pelajaran. Ada orang egois yang ternyata bisa melakukan apa saja, bahkan membunuh orang lain hanya karena mengikuti egonya. Ada orang yang aku sendiri tak mengerti apa yang terjadi dengannya, dan orang yang membuatku kesal, ternyata merupakan orang yang rela berkorban demi hidupku. Ada orang yang benar benar menyayangi orang lain. Orang yang benar benar berkorban demi orang yang ia sayangi. Tak peduli apa yang akan terjadi padanya, yang penting orang yang dia sayangi selamat.' -Rachel Wiptson. Inilah kehidupanku. This is my life. Orang orang itu berada di sekelilingku. Tetapi, biar bagaimanapun aku menyayangi mereka. Mereka telah mengajariku bagaimana caranya hidup, memberikanku pelajaran serta memori yang tak akan ku lupakan. *WARN! Chapter paling penting di private dan hanya bisa dibaca oleh followers. Happy reading! #51 in Fanfiction, Des 6th 2015 Copyright © 2015 by-shaista31
All Rights Reserved
#336
onedirection
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • You're My Flashlight [One Direction Fanfiction]
  • After Several Years ※ Z.M
  • History ✔️
  • True Love
  • Same But Different (Hiatus)
  • Happiness [SELESAI] ✔
  • Moments (1D Fanfiction) ✔
  • Zayyan's Different Life ✓
  • [Rev] Mine; Niall Horan  ✔️
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines