Melankolia

Melankolia

  • WpView
    Reads 3,198
  • WpVote
    Votes 1,940
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Apr 8, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Jika hidup ini cuma kumpulan kebohongan, masih ada jalan keluar, atau aku cuma sedang menunggu giliran untuk dihancurkan?" Dihantui masa lalu yang penuh kepalsuan, diteror kenyataan yang tak kenal ampun-Isabella Samantha hanya punya satu alasan untuk tetap berdiri: adiknya. Demi masa depan yang lebih baik bagi satu-satunya keluarga yang tersisa, dia rela dihantam, dipersalahkan, dan disalahpahami. Tapi saat kebohongan yang selama ini ia telan mulai merobohkan segalanya, dia sadar satu hal: dunia nggak akan pernah berpihak. Kini, dia punya dua pilihan. Menyerah dan tenggelam. Atau melawan, meski harus berdarah-darah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • Aghida [ON GOING]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Suaraku Mati di Udara
  • Dalam Diam, Aku Pamit {Terbit}
  • HYUNA'S LIFE
  • Rain of Lies (End)
  • HILANG [Segera Terbit]

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines