MISTERI ANAK-ANAKKU.

MISTERI ANAK-ANAKKU.

  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 19, 2025
Tiga kali melahirkan, tiga kali pula bayiku dinyatakan meninggal oleh suamiku. Bahkan aku yang kala itu harus operasi secar, hanya bisa melihat foto ke tiga bayiku. Aku tak bisa memeluknya barang sekejap karena masih dalam pengaruh obat bius. Hanya gundukan makam dengan nama anak-anakku yang aku datangi untuk melepaskan rasa rindu. Sampai suatu hari aku kedatangan paket atas nama suamiku, yang ketika kubuka berisi baju anak-anak dengan berbagai ukuran yang sama dengan ukuran usia anakku jika mereka masih hidup. Apa sebenarnya yang terjadi dengan pernikahanku yang sudah menginjak usia sepuluh tahun ini? Kenapa suamiku seolah baik-baik saja ketika rumah kami sunyi oleh suara tawa dan tangis anak-anak? Satu persatu kuurai benang kusut dalam hidupku. Tuhan. Hukuman apa yang pantas aku berikan pada manusia tak berhati macam mereka? Misteri anak-anakku. Meluluh lantakkan hatiku sebagai seorang ibu yang mengandung dan melahirkan mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah baru untuk Ibu
  • Takdir Audrey
  • Angel To Raya (END)
  • MY SWEET DUDA
  • CACA (TAMAT)
  • jadi orang tua itu gak gampang
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • Ummi dimana Abi? [ENDING]
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)

Akhirnya, apa yang aku impikan terwujud. Aku bisa membangun rumah baru untuk Ibu. Setelah lima tahun lamanya, aku bekerja keras mengumpulkan uang untuk bisa memiliki rumah sendiri. Aku pandang wajah Ibu, terharu ketika pagi itu, kami bawa dari kontrakan, melihat rumah baru. Sebelumnya kami sengaja, tidak memberi tahu ibu, apa maksud kami membawa beliau kesana. Kami, menutup mata Ibu dan Ayah, sambil berjalan tiga meter dari kontrakan. Kami seperti adegan petak umpet. Tidak lama kemudian, kami membuka mata mereka melihat kejutan ini. Kedua Orangtuaku seolah tak percaya, melihat rumah yang lumayan besar dan mewah, model minimalis, tengah berada di depan mata mereka. Dua tahun setelah itu, aku dilamar seorang ustad, yang mana dulu waktu kecil ibu, sering membantunya, waktu ia kehilangan kedua orangtua, sengaja membiarkannya karena mereka sibuk dengan dunia masing-masing. tak ku fikirkan lagi David yang hilang, dan tak ku hiraukan kabarnya lagi, ibaratkan hilang ditelan bumi, entah kemana. Yang ku ingat adalah rasa sakit yang menyayat hatiku sampai sekarang. menjelang ku bertunangan, tanpa disengaja kami bertemu lagi, disebuah tempat. Aku heran, melihat pandangannya padaku, berbeda. yang mana, dia melihatku penuh haru dan penyesalan, atas perbuatan buruknya kepadaku, dia tak tahu waktu itu, aku difitnah oleh salah satu karyawan kantor yang tidak suka padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines