Story cover for SOLORIS : Buku I (Kebangkitan Cahaya) by oktaversal
SOLORIS : Buku I (Kebangkitan Cahaya)
  • WpView
    Reads 290
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 290
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published Jan 12
Stiev Wayn, seorang pemuda dari distrik bawah kerajaan Kaansa, memiliki mimpi sederhana namun sangat mustahil, ia ingin bisa terbang. Hidupnya yang keras sebagai anak angkat keluarga Soloris membuatnya terbiasa menghadapi ejekan dan perlakuan tidak adil, terutama dari saudara angkatnya, Choro. Namun, semangat Stiev tak pernah surut. Sembari menjalani pekerjaannya sebagai pengantar koran dan susu, ia diam-diam menabung untuk membangun sesuatu yang dapat membawanya melintasi langit.

Di tengah perjalanan hidupnya, Stiev bertemu dengan Cressida, seorang gadis dari distrik atas yang berkawan baik dengannya. Meski berasal dari lingkungan yang berbeda, persahabatan mereka perlahan tumbuh dan memberikan Stiev harapan baru. Namun, langkahnya menuju impian itu tidak mudah. Sebuah insiden di hutan membawa Stiev bertemu dengan sosok-sosok misterius yang membuka rahasia tentang dirinya, rahasia yang lebih besar dari apa yang pernah ia bayangkan.
All Rights Reserved
Sign up to add SOLORIS : Buku I (Kebangkitan Cahaya) to your library and receive updates
or
#86politics
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Intrare cover
Petunia cover
The Nastira cover
(Seri 1) D'FORSE | ETERNAL KINGDOM (TAMAT)✅ cover
Jisung's dream  cover
Rainbow cover
AGATHA SIBLINGS [NCT Dream] cover
(Seri 2) D'FORSE | FINDING THE MISSING  cover

Intrare

52 parts Complete Mature

Konon katanya, di dalam sebuah kastil tua terdapat sebuah lukisan pria yang selalu keluar setiap tengah malam disaat bulan purnama datang. Pria di dalam lukisan itu akan mengelilingi kastil dan menangkap manusia yang mengunjungi kastil untuk ia bawa ke dalam lukisan... Seharusnya, Jisung menolak ajakan Chenle yang ingin mengunjungi kastil tua itu untuk membuktikan kepada semua orang bahwa semua cerita mengenai lukisan itu hanyalah mitos. Jika saja Jisung menolak, mungkin dia dengan Chenle tidak akan terperangkap ke dalam situasi gila ini