Zalza
  • WpView
    Reads 430
  • WpVote
    Votes 220
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
[ FOLLOW DULU SEBELUM BACA! ] Zalwa dan juga Zara. Mereka berdua adalah sepasang sahabat. Dari kecil, mereka selalu bermain bersama. Bahkan sampai sekarang hubungan persahabatan itu masih tetap erat. ***** "Maksudnya, apa?" "Zalwa, bilang ke aku. Kalo ini semua itu bohong! Kamu ga mungkin ngelakuin ini kan?" Zara mengacak ngacak rambutnya frustasi. Air matanya tak henti hentinya jatuh, ia merasa marah, kesal, dan sedih. Rasanya ia sulit untuk mempercayai apa yang telah ia ketahui sekarang. "Zara, dengerin gue dulu. Lo udah salah paham." Zalwa mencoba untuk menenangkan Zara, gadis itu mendekat. Hendak memeluk Zara, namun dengan cepat. Zara mundur, tatapannya tajam. "Aku ga salah paham, ini semua bener. Dan ada buktinya, bahkan aku liat sendiri pake mata kepala aku." "Sebelumnya aku gamau bilang kayak gini, tapi.. kamu.. Kamu jahat!" "Mulai sekarang. Kita bukan sahabat." Setelah mengatakan itu Zara pergi, berlari. Meninggalkan mereka semua disana. "Zara!" Kaira berteriak, "Zalwa.." Alendra datang. Menghampiri Zalwa yang sedari tadi diam, apa apa yang Zara katakan tadi? Dia bilang mereka bukan sahabat lagi, apa dia kira ini lelucon?! "Zara.. Kenapa.. Dengan mudahnya lo bilang kalo sekarang kita bukan sahabat? Kenapa?! Kenapa Zara?!" Zalwa berteriak, bersamaan dengan itu air matanya jatuh membasahi ke dua pipinya. Sakit ? Jangan di tanya lagi. Alendra, segera memeluk Zalwa. Ia mencoba untuk menenangkannya, "Zalwa.. Udah, jangan nangis lagi." Katanya. Sembari mengusap punggung Zalwa. "Zara, lo udah salah paham zar!" ucap Zalwa dalam tangisannya. Hari ini adalah hari yang tidak ia nantikan, jika dia bisa mempercepat waktu. Mungkin dia ingin melewati hari ini, hari dimana Zara memutuskan hubungan persahabatan mereka. ohya, penulis nya ada 2 yyya! and jangan lupa buat vote ya pembacaku tercintah!
All Rights Reserved
#27
zian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • My Beloved Boy (Sudah Terbit✔️)
  • KIARILHAM【END】
  • this is me
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • Stay or Go
  • ADYRA
  • Arkan&kiara
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Transmigrasi Karina

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines