Ruang Rindu

Ruang Rindu

  • WpView
    Membaca 567
  • WpVote
    Vote 76
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jan 16, 2025
WpInfo
Fiksi Penggemar
Zhao Lusi
Puspa Ayu Bratadikara dan Janandra Gardapati pernah menjadi sepasang kekasih di masa SMA, menikmati cinta muda yang penuh tawa dan mimpi. Namun, perjalanan hidup membawa mereka ke arah yang berbeda. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah kampus, di mana Puspa kini menjadi mahasiswa baru yang anggun dan Janandra seorang ketua BEM yang tegas dan berwibawa. Dalam pertemuan yang penuh nostalgia itu, mereka terpaksa menghadapi kenangan lama dan menimbang ulang apa arti keindahan sejati-apakah hanya sebatas kenangan, atau mungkin cinta yang tak pernah benar-benar pergi?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#247
tentara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kembang Selatan (Selesai)
  • BUMI
  • When Fate Brings Us Together Again
  • Married With Presma
  • Lebih dari Teman [✔️]
  • DEAR SOPHIA
  • Sunyi yang Menyatukan
  • Next Door to Clara

Cerita belasan tahun silam. Ketika Transjakarta baru dikenalkan pada publik sebagai transportasi masa kini yang aman & efisien. Jakarta masih lumayan lengang untuk berkendara kala itu. Tapi ada seorang pemuda memilih menggunakan bus kota untuk berangkat kuliah. Lebih santai dia bilang. Ia selalu turun di halte Cempaka Putih, tepat di samping kampusnya. Lalu bertemulah ia dengan seorang gadis yang kebetulan satu kelas, menunggu bus ketika pulang di halte yang sama. Ingar bingar kehidupan perguruan tinggi dilewati bersama. Senda gurau, politik praktis lingkup universitas, sampai pertengkaran jadi hal biasa. Tinggal cinta yang belum ada. Seiring waktu rambatan hati di antara mereka terus tumbuh mencari kepastian cahaya. Katakan atau lupakan.. karena setiap wanita butuh kepastian

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan