Bukan Rumah yang Kurindukan

Bukan Rumah yang Kurindukan

  • WpView
    GELESEN 60,324
  • WpVote
    Stimmen 6,686
  • WpPart
    Teile 23
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Okt. 29, 2025
Mahameru dan Alludra itu dua orang yang sama-sama merindukan rumah. Namun, bukan rumah seperti ini yang mereka inginkan untuk pulang.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Why Me? || Zhong Chenle
  • Adek Abang || END
  • Place That Called Home
  • HERO
  • The Sisters
  • transmigrasi: Altharka (END)
  • Reflection (FFN Version)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Kemana Arah Pulang?
  • ANGKASA

(BROTHERSHIP + FAMILY) Jika mendengar kata rumah, apa yang langsung terlintas dipikiran? Mungkin orang akan berkata; itu seperti sebuah bangunan hangat, yang setiap kita datang membuka pintu, akan selalu ada orang-orang yang menyambut kita dengan senyum lebar. Tempat yang selalu membuat kita aman dan dapat berteduh dari kekacauan dunia. Atau kita melihat rumah seperti bangunan yang tidak mempunyai arti khusus, yang meski pulang dengan keadaan kacau balau, kita tetap tidak merasa keramahan dunia. Terkadang kita harus mengerti bahwa tidak semua rumah itu ramah. Tidak semua rumah bisa dijadikan tempat pulang, beberapa rumah justru memberi luka paling banyak. "Apakah suatu saat aku juga akan menemukan keharmonisan dalam kata pulang? Atau justru sama sekali tidak?" Pertanyaan itu selalu muncul setiap kali Naren menginjakkan kakinya di bangunan hampa yang ia sebut sebagai rumah. Naren selalu iri, iri dengan mereka yang memiliki keharmonisan dalam kata 'pulang.'

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien