Two Sisters

Two Sisters

  • WpView
    MGA BUMASA 120
  • WpVote
    Mga Boto 7
  • WpPart
    Mga Parte 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Apr 2, 2025
Kita bukanlah kembar,tapi kita selalu terlihat mirip. "Apakah kau bahagia Chika?" Tanya ku pada adik ku. Ia tersenyum dan mengangguk "Aku selalu ingin terlihat cantik seperti kakak" Ucapnya sambil memelukku. "Kau cantik tanpa harus menjadi seperti ku" Ucap ku lagi dengan senyuman" namun kali ini ia memberikan ekspresi yang cemberut. "Tidak! Semua orang bilang kakak cantik! Sangat berbeda dengan ku! Lihat saja bahkan kulit ku jauh lebih gelap! Sedangkan kulit kakak putih seperti kapas!" Aku beranjak membenarkan posisi duduk ku menatap wajahnya yang hampir menangis. "Kau cantik dengan ciri khas mu sendiri, Chika. Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Mereka hanya orang-orang kolot yang selalu menetapkan standar kecantikan. Tidakkah kau tau itu?"
All Rights Reserved
#776
history
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Nurse problem| [ChikAra]
  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • Sebuah Kata yang Tertulis [TERBIT]
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • (✓) I Love You Ghost! ; Chikara
  • guruku adalah kekasihku (chikara)
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • TUBUH GADIS NERD [END]

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman