Friendship: Safe Haven

Friendship: Safe Haven

  • WpView
    Membaca 129
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Apr 7, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
~Setiap manusia memiliki hal yang ingin disembunyikan dan hanya menjadi rahasianya sendiri~ *** Jordan Jayce. Ketua RAVION dan orang yang sering dikatakan menyeramkan lantaran wajah dan sifatnya yang bak preman jalanan. Siapa sangka, Jordan yang seperti itu akan berubah menjadi sosok menyebalkan dan selalu mengganggu Alea, cewek tomboy yang bahkan dijuluki queen RAVION karena bisa 'mengalahkan' sang ketua. Tanpa siapapun tahu, sosok yang selama ini ditunjukkannya pada Alea adalah sikapnya yang sesungguhnya. Sebuah tindakan yang selalu ingin melindungi cewek itu di setiap masalah yang akan dihadapinya. Karena dia... tak ingin kehilangan hal yang berharga. Hal itu mengundang banyak tanda tanya diantara teman-temannya. Apakah mereka hanya bersahabat saja? Sementara itu, bagi Alea, Jordan adalah temannya yang berharga. Cowok itu adalah seorang diantara sedikit hal yang sangat disayanginya. Ia tak ingin dilindungi, dan berusaha keras untuk berdiri sendiri. Alea pun tak ingin mengubah hubungan persahabatan mereka menjadi hal lain, atau nantinya... itu akan hancur. Karena baginya, persahabatan adalah tempat teraman untuk mereka. Bagaimana kelanjutan hubungan keduanya? Alasan apa yang membuat Jordan ingin melindungi Alea? Dan apa penyebab Alea tak ingin mendapat perlindungan itu? Akankah Jordan yang akan menyerah melindungi, atau Alea yang berhenti mempertahankan diri dan membiarkan Jordan masuk untuk menyelesaikan setiap masalahnya? Apakah mereka akan tetap menjalani persahabatan yang menurut Alea paling aman? [KARYA MURNI IMAJINASI PENULIS. KESAMAAN NAMA TEMPAT, TOKOH ADALAH HAL YANG TIDAK DISENGAJA!] Don't Repost!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Obsesi Sang Pewaris
  • ARGAN [END]
  • bad boy's game [ON HOLD]
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • ALBAR
  • DEAR US (SELESAI)
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • Rival, Jadi Pacar?

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan