TAKDIR TERINDAH

TAKDIR TERINDAH

  • WpView
    Reads 8,981
  • WpVote
    Votes 215
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 18, 20256h 33m
Under Tengku Series 𝐈𝐈 SPIN-OFF DIA BIDADARIKU π“π„ππ†πŠπ” ππ€π˜π‘π€π„π‹ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐍 - Hampir lima tahun menetap di Australia disebabkan pengajiannya di peringkat PhD, baru hari pertama menjejakkan kaki ke negara asalnya, dia sudah ditimpa kemalangan yang tanpa diminta terjadi. "Mata bukan main cantik, tapi sayang letak kat kepala lutut. Aku yang besar gedabak ni tak nampak?" Hambur lelaki itu kasar. ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀 - Seorang gadis berkacukan Itali itu sememangnya menjadi sasaran utama buat para lelaki yang menginginkan teman wanita kerana rupa parasnya. Lelaki umpama kacang ditangannya sehingga takdir mempertemukan dia dengan seorang jejaka bermata hazel yang sukar untuk didekati. "Heyy! Awak yang jalan tak tengok belakang depan! Lain kali kalau dah tahu diri tu mengalahkan gajah, tengoklah kanan kiri!" ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀. Pertemuan mereka singkat, tetapi memori itu yang berharga, apa yang berlaku harini takkan mungkin sama dengan hari esok. Dan disebabkan itu mereka berdua menikmati waktu yang ada untuk bergaduh dan mencipta memori indah. Untuk menghalalkan mudah, tetapi untuk mengecapi bahagia itu sukar tatkala si ibu tiri mula mengambil bahagian dalam kisah mereka. Bahagia yang dulunya mereka rasai perlahan - lahan ditarik sedikit demi sedikit tanpa sempat mereka mengucapkan selamat tinggal. "Kalau itu yang Dea nak abang tak kisah, tapi jangan datang semula pada abang." π“π„ππ†πŠπ” ππ€π˜π‘π€π„π‹ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐍. Mampukah mereka mengenal erti bahagia itu sekali lagi? Atau bahagia yang mereka kecapi itu hanyalah sementara? "Bahagia bukan tentang bersama, tetapi tentang rasa. Kalau bersama tapi tak bahagia tiada guna juga." ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀.
All Rights Reserved
#429
masalalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Mrs. Ex-Girlfriend
  • Dua Helai Daun
  • ZAFRIEL:AKU BUKAN PILIHAN
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • Lelaki Itu Takdirku
  • Not Trully Love [Tamat]
  • Di sebalik layar

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines