matematika dan ayat

matematika dan ayat

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ene 13, 2025
Seorang perempuan (zeora katty zoya) (22tahun) dan suaminya (bilfaqih zhafar aqlan nabhan) (25 tahun) , mendaftar sebagai guru di sekolah yang sama. Mereka berdua diterima, dengan perempuan sebagai guru matematika dan suaminya sebagai guru pendidikan agama. Hubungan mereka sebagai suami-istri tetap menjadi rahasia, hanya diketahui oleh pemilik sekolah. Bersama, mereka menghadapi tantangan dan kesulitan dalam mengajar, sambil menjaga keutuhan rumah tangga mereka. Zeora (guru matematika): cerdas, sabar, dan peduli. Zhafar (guru pendidikan agama): bijak, tekun, dan berwibawa. Pemilik sekolah: bijaksana dan mendukung.
Todos los derechos reservados
#585
agama
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Karena Katrina
  • Suck It and See (Complete)
  • Bersatunya dua Hati
  • Harta Tahta Janda Muda Sholehah
  • I'm Zeba, I'm Perfect, I'm Irreplaceable,
  • Sekolah dan Rahasia : Awal
  • Tiada Cinta Di SMK [END] | SUDAH REVISI
  • Langit Untuk Laut
  • Bukan Cinta Biasa

Katrin sebel banget sama Pak Anjar, guru matematikanya yang doyan diskriminasi itu. Gara-gara nilai ujian matematikanya yang di bawah standar, dia harus berurusan dengan Garvin atas perintah bapak itu. Garvin itu memang luar biasa pintar. Segala rumus matematika sudah ia hapal di luar kepala. Pelajaran lain pun mampu ia kuasai dengan baik. Poin plusnya, dia punya tampang cakep yang bisa bikin cewek mana pun terpesona. Sayangnya, cowok itu kelewat serius! Menurut Katrin, diajarin matematika oleh Garvin itu udah kayak didikte oleh Hitler. Nyeremin! Image-nya sih cool, tapi sekali ngomong, langsung bikin Katrin pengin lempar kursi saking emosinya. Dan yang bikin Katrin rasanya mau terjun bebas, cowok itu meremehkan hobi menggambarnya. Katanya, Katrin nggak mungkin jadi orang sukses hanya dengan modal nyoret kanvas di Ipad kesayangannya doang. Katrin sebel, jengkel, dongkol, dan sebangsanya. Tapi yang bisa dia lakukan hanyalah mengelus dada sabar. Mendebat cowok itu sama saja berusaha berbicara menggunakan bahasa Alien karena hanya bikin bingung, pusing dan sia-sia. Katrin berharap penderitaannya di kelas matematikanya segera berakhir. Ya kali dia bisa tahan berurusan lebih lama lagi dengan makhluk bermuka datar itu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido