Askara Al-Amoora

Askara Al-Amoora

  • WpView
    LECTURAS 159
  • WpVote
    Votos 48
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ene 22, 2025
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Berawal dari Zayyan yang menonton live instagram Aisha, salah satu penulis novel terkenal dan staf kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif yang begitu ramah. Zayyan kagum dengan keramahan Aisha bahkan ia juga tidak segan melontarkan candaan. Zayyan kira kekagumannya, hanyalah perasan yang akan hilang dengan sendirinya. Nyatanya tidak. Perasan Zayyan pada Aisha semakin besar. Lalu tanpa disengaja Zayyan bertemu Aisha saat Aisha sedang menjadi relawan bencana alam, bertepatan dengan dikirimnya Zayyan bersama peletonnya. Keyakinan Zayyan untuk mendekati Aisha semakin bertambah dan akhirnya ia memberanikan diri untuk meminta izin pada Alex, kakak Aisha untuk mendekati juga mengenal Aisha lebih jauh lagi. Kira-kira apakah Zayyan akan berhasil? Mari baca dan jangan lupa like, komen dan share. Biar yang lain gak ketinggalan baca cerita ini. Salam hangat dari detiksenja.id🤍🫶🏻
Todos los derechos reservados
#126
tniad
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • The Lost Princess
  • Imam Rahasiaku [TERBIT]
  • CAPTAIN TO JANNAH (SUDAH TERBIT)
  • ABOUT YOU AND ME (END)
  • Directions of Love #1 (END) ✓
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Surah Hafalan untuk Ustadz (TELAH TERBIT)
  • Kamulah Takdirku (END)

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido