LYRA: Life's Unexpected Turn

LYRA: Life's Unexpected Turn

  • WpView
    Membaca 146
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 19, 2025
Takdir memang tidak ada yang tahu. Pertemuan yang kesannya tak disengaja ternyata sudah direncanakan sedemikian rupa. Kehidupan yang awalnya tenang, damai, dan normal berubah karena sebuah pertemuan dan pernyataan yang tak terduga. Namun, waktu terus berjalan. Mau tidak mau mereka harus mengikuti takdir yang ada. Beradaptasi dengan kehidupan baru yang mungkin lebih baik ataupun sebaliknya. Tidak ada yang tahu pasti. "Anda bercanda?! Apakah ini penculikan jenis baru?! Aku tidak percaya!" kata Dira dengan sedikit meninggikan suaranya. "Maafkan kami nak, kami tidak bermaksud membohongimu" ungkap Bagas jujur dari lubuk hati terdalam. "Maafkan kami yang baru menemukanmu nak. Mari kita mulai lagi dari awal dengan kehidupan baru, keluarga baru, dan identitas baru" ucap Mahendra dengan penuh harap. Berharap agar Dira menyetujuinya. Start: 14 Januari 2025
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#97
newfamily
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • That Feeling When - Lee Heeseung
  • Hello, My First Love [SELESAI]
  • THE LIGHT AND SHADOW
  • SABILLARRASYAD - TAMAT-
  • SECRET R🌹SE
  • [01] Langit Tak Beratap ✔
  • Anaphalis Javanica (Tamat)
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • From 2025 (Revisi)

Atha dan Harsa-dua nama yang pernah tak terpisahkan. Sejak masa SMP, Atha selalu ada di setiap langkah Harsa. Ia adalah pendengar setia, penghibur di saat-saat gelap, dan penjaga rahasia perasaannya sendiri. Namun hidup punya caranya memisahkan dua hati yang saling mengenal terlalu baik. Tanpa pamit, Atha menghilang, meninggalkan Harsa hanya dengan ingatan yang samar namun tak pernah benar-benar pudar. Tiga tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di bawah langit yang sama-kali ini di lingkungan kampus. Tapi segalanya berbeda. Atha memilih berdiri di kejauhan, mengamati tanpa suara, sementara Harsa, yang kini berdiri di atas panggung musik, mulai merasakan kekosongan yang tak bisa diisi oleh siapa pun selain... dirinya. Perlahan, masa lalu yang terkubur mulai menguak. Rasa yang dipendam mulai menuntut untuk diakui. Dan di antara denting gitar, tawa yang tertahan, dan tatapan yang terlalu lama terjebak, Atha dan Harsa harus menjawab satu pertanyaan: berani kah mereka memberi kesempatan kedua pada sesuatu yang tak pernah benar-benar berakhir? -Jakarta, 8 Februari 2025-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan