Lorong

Lorong

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 14, 2025
Aku selalu merasa aneh dengan diriku sendiri. Saat sebagian besar orang enggan atau bahkan merasa berat hati berkunjung ke rumah sakit, aku justru merasa sebaliknya. Bukan karena aku menikmati aroma obat-obatan yang khas atau dinding dingin lorong-lorongnya, tapi karena ada Bara. Pria itu, dengan senyumnya yang ramah dan tatapannya yang penuh ketenangan, adalah alasan aku menantikan setiap kunjungan ke tempat ini.
All Rights Reserved
#77
rumahsakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Wish Upon a Star
  • Simbiosis Mutualisme
  • Eysha Love Story'
  • My Forever Always - PINDAH KE DREAME
  • Incompatible With Love : Minor Hearts
  • Everything
  • Rencana [Telah Terbit]
  • AZRAN DENGAN KISAH NYA
  • FLAMBOYAN

Sheila on 7, padatnya kota Jogja, dan ucapan selamat tidur yang dikirimkan dari jauh. Setiap orang memiliki lukanya masing-masing dan kelak akan bertemu dengan penawarnya. Dalam bentuk obat, dalam bentuk pelukan, dalam bentuk sepasang mata yang cantik-dan bahkan dalam bentuk paling sederhana, presensi. Bagi gue, dia orang pertama yang mengerti, yang mengatakan apa yang tak larut dalam pikiran, karena lidah maupun isi kepala gue terlalu kelu untuk tahu apa yang gue rasakan. Halte Bus, walkman tua, dan bangsal tulip Rumah Sakit Sardjito Setiap menatap bayangannya, gue melihat lautan tenang, dengan rumah-rumah ikan, pantulan langit yang berkilat dipayungi rembulan, dan rasi bintang yang menunjuk arah pulang. Sedangkan gue adalah pantai yang penuh batu terjal, menghancurkan kapal yang tertambat, menunggu diselimuti pasang, dan meninggalkan udara dengan campuran alga dan garam. Pantaskah gue mengharapkannya? Apartemen, bubur tanpa ayam, dan orang favorit nomor satu. Dan tanpa gue sadari, gue juga menemukan pulang. Tempat gue bisa menjadi diri gue sendiri, di dalam tubuh yang selama ini nggak gue suka. Pada rupa lain yang nggak pernah perlihatkan pada siapapun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines