Tahta Tanpa Mahkota

Tahta Tanpa Mahkota

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Is it funny, how goodbyes are just the other way to say hello? Apakah kalian yakin hanya kita yang berada di bumi? Langit biru yang elok ini sejernih matamu, dingin tetapi menghanyutkan. Ditengah keindahan ini, aku terpuruk dalam renungan, membayangkan momen ketika kita berada 'di sana'. Langit laut yang memesona, aku dapat melihat beragam jenis ikan berenang riak di atas sana, dan tanah ini sungguh lembut bak awan. Namun, yang paling menyenangkan adalah saat kau berada di sampingku, setelah terikat oleh sebuah impian dengan segala perjuangan yang kita lalui untuk mencapai tempat ini. Apakah aku pantas berada di sisimu, Yang mulia? Mengapa kau tetap mendekatiku, meski aku terus menghindarimu? Semua ini demi kebaikan kita. Aku ingin sekali melihat 'dunia lain' bersamamu. Jadi kumohon, jangan pergi dan tetaplah disini bersamaku. "Lihat di sana, Ra! Ada konstelasi Dromeda. Katanya, konstelasi ini dinamai menurut seorang putri fana dalam mitologi yang diselamatkan dari Kraken oleh pangerannya, lalu ditempatkan di antara bintang-bintang setelah kematiannya oleh dewi Athena. Menurutmu, apakah mitos ini hanya ilusi atau sebuah petunjuk, Ra?" Kata-katamu menggema, membawa kita menuju jalan yang penuh tanya. Apakah kita mampu menemukan 'dunia lain' itu, Van?
All Rights Reserved
#358
bangsawan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • The Last Birthday With You
  • transmigrasi figuran End (Revisi)
  • Guinevere
  • Crazy Couple [End] ✔
  • VALEN and The Guide of Shadow
  • Misi Kalisa (End)
  • AETERNA  | Selesai✓

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

More details
WpActionLinkContent Guidelines