De Suiker Centrale [TERBIT]

De Suiker Centrale [TERBIT]

  • WpView
    Odsłon 5,978
  • WpVote
    Głosy 463
  • WpPart
    Części 37
WpMetadataReadDla dorosłychZakończone wt., sie 12, 2025
WpInfo
Fikcja
Fikcja Historyczna
[LENGKAP] ~HISTORICAL FICTION~ DILARANG MEMPLAGIAT NOVEL INI DENGAN ALASAN APAPUN!! === Hindia Belanda, 1928. Tan Meiling, seorang gadis keturunan Tionghoa dari Batavia, melakukan perjalanan ke Kota Caruban bersama kakaknya untuk menghadiri perayaan panen di pabrik gula De Suiker Centrale. Namun, di balik kemegahan pesta kolonial, Meiling merasakan sesuatu yang ganjil-bisikan di antara batang tebu, tatapan kosong para pekerja, dan bayangan samar yang hanya bisa ia lihat. Ketika ia bertemu dengan Johan van der Linden, pemilik pabrik yang karismatik namun penuh rahasia, serta Flora Adriaansz, gadis dengan senyum yang terasa hampa, perlahan Meiling menyadari bahwa tempat ini menyimpan lebih dari sekadar cerita tentang kemakmuran. Ada sesuatu yang bersembunyi di balik manisnya gula, sesuatu yang meminta untuk ditemukan-atau mungkin justru mengintai, menunggu untuk menelan siapa pun yang terlalu jauh melangkah. Apakah Meiling cukup kuat untuk mengungkap kebenaran, atau justru ia akan terperangkap dalam sejarah kelam De Suiker Centrale? ===
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Seria

Soeara Tan

  • 37 części
  • DEFENSIVE ACT [ON GOING]
    22 części
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • KELUARGA VAN DIJK
  • Rindu Di Tanah Hindia
  • Detective Vina
  • Rania van Batavia [✔️]
  • 𝚃𝚄𝙻𝙸𝙿 𝚃𝙴𝚁𝙰𝙺𝙷𝙸𝚁 𝙳𝙸 𝙹𝙰𝚆𝙰  [FINISH]
  • 1/2 Sendok Teh ✓
  • Santet Darah Biru
  • Gundik
  • Indurasmi Batavia [𝒂 𝒉𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒇𝒊𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏]

"Jika kamu terjebak badai dan melihat sebuah rumah besar di tengah hutan yang gelap... Akankah kamu berteduh disana?" Ami, seorang mahasiswi pecinta alam tersesat di sebuah hutan yang gelap tertutup awan badai saat terpisah dengan teman-temannya. Ditengah derasnya hujan, gelapnya awan, dan aura menyeramkan dari makhluk-makhluk hutan, ia melihat sebuah oasis yang berada tepat didepan bola matanya. Sebuah rumah kuno bergaya zaman kolonial berdiri kokoh ditengah rimbunnya pepohonan tinggi di hutan antah berantah. Terlihat lampu teras rumah itu menyala pertanda ada insan yang hidup didalamnya. "Ahh, daripada aku kebasahan dan dimakan hewan buas, lebih baik aku berteduh di rumah itu saja" ujar Ami dalam benaknya. Sayangnya, itu adalah kesalahan terbesar yang pernah ia buat dalam hidupnya...

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści