Memilih Kehilangan

Memilih Kehilangan

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jan 21, 2025
Dari sekian banyak kisah, kehilangan terbaik adalah ketika kita belajar sadar diri, bahwa sesuatu yang kita genggam bukanlah milik kita. Ibarat menggenggam pasir diantara jari jemari, setiap butirnya akan berjatuhan juga. Begitu pun dengan manusia. Kita terlahir tidak membawa apapun, kelak kembali pun sama. Terkadang ada beberapa kehilangan yang harus kita rayakan. * Rinai adalah remaja berusia belasan tahun, mencoba mencari jati diri sekaligus teman bercerita. Kemudian dia bertemu dengan beberapa orang didalam kisahnya. Dia adalah seorang gadis belia, yang memiliki segudang mimpi dan berusaha mencari tangan untuk membantunya melangkah di mimpi-mimpi yang ingin dia raih. Yang akan menjembatani. Di perjalan mimpi gadis yang kerap disapa Nay, ada berbagai cerita mengawali. Hingga disuatu titik bahagia, terkadang ada juga duka. Ya, akhirnya dalam berbagai kisah, dia harus merayakan kehilangannya lagi. Melalui karya perdana ini, saya, selaku penulis mencoba menuangkan imajinasi saya, menjabarkan bab demi bab cerita versi terbaik. Semoga cocok untuk dibaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Paragraf yang Tak Usai
  • EPIPHANY
  • Let Me Love You Longer
  • Dari Luka Untuk Tawa✓
  • If we can together
  • Different [END]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Mine! |✓|

[Diusahakan Up tiap hari] Alila datang ke pelatihan menulis untuk sembuh, bukan untuk jatuh cinta. Ia hanya ingin menemukan cara untuk menulis luka yang selama ini tersembunyi, mengungkap semua yang tak pernah terucap. Tapi di antara kata-kata yang ia tulis, ada seseorang yang hadir dengan kata-kata yang terasa terlalu tepat-terlalu dalam. Seolah ia tahu lebih banyak tentang luka Alila daripada dirinya sendiri. Menulis adalah cara Alila untuk merelakan, tapi semakin ia menulis, semakin ia merasa ada bagian dari dirinya yang terguncang. Apakah ini hanya kenangan lama yang kembali? Atau perasaan yang sebenarnya... tumbuh tanpa ia minta? Ini bukan sekadar kisah cinta. Ini tentang mencintai dalam diam, menghadapinya, dan bagaimana menulis bisa jadi cara paling sunyi... untuk melepaskan, meski itu menyakitkan NB: Ini versi terbaru setelah direvisi Cover dan beberapa ilustrasi dibuat oleh AI. #1 in Pelatihan (18/04/25) #1 in Healing Story (13/04/25) #1 in Alila (13/04/25) #2 in Cinta Dalam Diam (13/04/25) #2 in Pelatih (13/04/25) #2 in Mentor (13/04/25) #2 in Pelatihan (13/04/25)

More details
WpActionLinkContent Guidelines