Spectrum

Spectrum

  • WpView
    Reads 1,089
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 15, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Ini kisah tentangmu yang mencinta dengan sangat berlebihan. Ini kisah tentangmu yang membenci dengan merindu. Ini kisah tentangmu yang sangat pandai mengelompokan dimensi. Ini kisah tentangmu yang menyinggung orbitku dan pergi berulang kali. Hingga aku sadar bahwa aku pun mencinta dengan sangat berlebihan, membenci dengan rindu, mengelompokan dimensi dan menyinggung orbitmu. Ya ini kisah tentang kita, ini kisah manusia dengan cerminan rasa. Selamat datang di warna warni kisah manusia tanpa jeda rasa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • Sekali Lagi (End)
  • Love?
  • Angel
  • from school with love
  • Untuk Ben dari Rania
  • Side Chick βœ…οΈ
  • Syerli And The Wounds That Never End [HIATUS+REVISI]

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines