sandyakala

sandyakala

  • WpView
    Reads 567
  • WpVote
    Votes 348
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 19, 2026
"Bandung bukan hanya soal tempat, tapi juga perasaan. Setiap sudutnya menyimpan rindu yang tak pernah padam." . . . "Kak..." panggil Floreyn perlahan, suaranya sedikit bergetar. "Hm?" Askala menjawab sambil tetap memeluknya. "Terima kasih. Buat semuanya." Askala tersenyum tipis, lalu melepaskan pelukannya, meski matanya masih tertuju pada Floreyn. "Gue bakal selalu ada buat lo, Rayn. Gue janji."
All Rights Reserved
#350
bandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Step Backward
  • FALLING IN LOVE
  • COMPLICATED
  • Bandungku Kini Berbeda [LEE HAECHAN]
  • FLOWER OF LOVE (Tamat di KBM dan Karyakarsa)
  • DAISY
  • Noisy, Fiony. [END]

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines