We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Always Be Mine

Always Be Mine

  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
" Belajarlah untuk merasa puas dengan apa yang sudah kamu miliki. Jangan pernah menemukan orang lain yang akan mengisi apa yang hilang dalam hidupmu. Itu tidak akan pernah berhasil. " Mungkin seperti itulah kata-kata yang pas untuk diriku ini. Aku mempunyai tunangan yang sangat kaku dan tidak dominan, terkadang aku merasa ragu apa dia mencintaiku atau tidak. Aku tidak pernah merasakan rasanya begitu di cintai oleh pasanganku sendiri Sampai akhirnya aku bertemu kembali dengannya. Seorang pria yang bisa mengisi hari-hariku dengan penuh warna dan juga memberikan perhatian yang aku inginkan selama ini. Apakah aku harus bertahan dengan calon suamiku? Atau Apakah aku akan memilih kembali dengan pria ini?
All Rights Reserved
#99
2025
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Mahligai Sunyi
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • [1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED]
  • Ketika Harus Memilih (End)
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • Ada Apa Dengan Cinta
  • Innocent Girl (COMPLETED)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines