KKN di Desa Sukajaya

KKN di Desa Sukajaya

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 15, 2025
Hari itu, kami delapan orang tiba di Desa Sukajaya, sebuah desa terpencil di kaki gunung yang dikelilingi sawah, sungai, dan hutan lebat. Udara segar dan suasana tenang menyambut kami. Meskipun lelah setelah perjalanan panjang, kami tetap bersemangat memulai program KKN (Kuliah Kerja Nyata) ini. Aku, Ale, si paling ceria, tentu saja langsung membuat suasana jadi lebih hidup. Di sebelahku, Devon, sahabat baik yang lebih serius dan skeptis, mengingatkan, "Ale, kita ini kerja, bukan liburan." "Aduh, santai dong, Dev. Kalau nggak ada aku, pasti bosan!" jawab ale dengan tawa lebar. Di tim kami, ada juga Santrez, si seniman kreatif dengan sejuta ide, Abdul, pecinta lingkungan yang langsung jatuh cinta pada keindahan desa, Damar, calon dokter yang membawa tas P3K kemana-mana, Haznan, si pengamat yang lebih suka diam tapi selalu tahu banyak, Prama, koordinator sekaligus pengawas kami, dan tentu saja Xervie, si bocah petakilan yang selalu membuat kami sibuk dengan keisengannya. Story written by Kelompok 1 Kelompok1 X Brewbros
All Rights Reserved
#376
kkn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Termendung
  • 97 HORAS: The Lost Village
  • Antara KKN, Rama Dan Shinta
  • KKN GANG¹⁹
  • Kosan Malapetaka
  • 41 HARI
  • KKN Di Desa Cikuda | SVT Lokal
  • KKN: Kutukan Kampung Neraka

Di bawah lapisan hangat seragam putih biru kusut, Senja Gitarja, sang pahlawan bagi dirinya sendiri kini hadir di dalam gelap dinaungi serigala bertubuh tinggi besar, berseibo hitam berlapis topeng. Benar, serigala-serigala itu bagai manusia yang ia jumpai semasa masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, di pagi hingga siang hari yang terhitung panjang. Dalam tundukan kepala yang penuh gelap dan rasa ketidakdilan. Pantaskah mereka yang buruk didekap kehangatan bagai tak punya rasa bersalah sama sekali? Pantaskah kesalahan seluas samudra menciut hingga tak terlihat bagai sebutir debu? Pantaskah kebaikan tertutup salju tebal lalu hilang entah kemana sebab buah hasut-menghasut para bedebah? Pantaskah kami, para manusia-manusia yang hanya punya pendirian diri tak disanjung sama sekali oleh dunia? Lalu pantaskah mereka yang tangannya kotor bak membunuh temannya sendiri di hutan belantara yang gelap dan sedikit udara, bermain dengan kehangatan yang kami impi-impikan? Berapa banyak manusia yang akan kau samakan nasibnya sama seperti kita-kita ini, bedebah? 2 bulan menuju kelulusan ialah bulan-bulan kami para 'yang disingkirkan' untuk menikmati api panas yang dicipta oleh mereka. Tolong, bertahan sebentar untuk ini, 6 kawanku. Kelak di hari kelulusan tiba kita berlomba-lomba jadi juara berpredikat orang paling bahagia di dunia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines