MEMELUK NESTAPA

MEMELUK NESTAPA

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 26, 2025
"seperti itulah kehidupan, mereka membawa cinta, mereka juga membawa luka" Aksara Razendra. Sosok laki-laki dengan hati seluas Samudra, dia mampu hidup diantara ribuan manusia dengan berbagai "keunikan" tersendiri. Aksara, pemilik mata teduh dan tajam bagaikan lensa yang menjadikan setiap objek sebagai sesuatu yang sempurna. Senyumnya yang tak berekspresi dengan sedikit lesung pipi. Dan Kinara Atmaja. Sosok Wanita manis dengan senyuman yang selalu terpancar, dia mampu menjadi sosok Tangguh di antara beribu duri kehidupan. Kinara, pemilik hati baja yang selalu memberikan maaf yang luas. Dia bagaikan sebuah payung yang melindungi diantara tetesan hujan. _________________________________________________________ "Jika memang semesta berbaik hati, bisakah kita dipertemukan Kembali?" -Aksara Razendra. "Semesta itu adil, dia membawa cinta dia juga membawa luka" -Kinara Atmaja. ⚠️Dilarang copy ya guys⚠️ Kalau kalian mau komen untuk masukan cerita aku, aku bersenang hati untuk menerimanya 😉
All Rights Reserved
#19
2012
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Never Be The Same
  • Hiraeth || Huang Renjun (SUDAH TERBIT)
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Terima kasih Ravindra
  • FRIENDZONE
  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Restu Tuhan
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

More details
WpActionLinkContent Guidelines