Dibalik rumah angker

Dibalik rumah angker

  • WpView
    Reads 23,180
  • WpVote
    Votes 572
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Menceritakan seorang gadis yang frustasi terus berjalan tidak tentu arah, sampai ia ditempat sebuah rumah besar. Rumah yang terlihat menyeramkan, hawa dingin membuat bulu halusnya terbangun, merinding dengan bayangan rumah tersebut banyak penghuni makhluk halus. Entah apa yang dipikirkannya hingga kakinya berjalan mendekati pintu rumah tersebut, tanpa ia sadar takdir membawanya kesebuah kebahagiaan yang selama ini ia nantikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Love And Friendship
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Shorts Story
  • Tentang Rindu | END
  • RAKHANA [END] 🔞
  • You Are My Fairy

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines