We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mt.Ciremai

Mt.Ciremai

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah seorang perempuan yang menyukai kakak kelas nya yang berbeda dua tahun di sekolah nya. Calista Putri Bilqis seorang perempuan cantik yang memiliki bulu mata lentik dan berambut panjang cantik menyukai seseorang lelaki bernama Faiz Gentara Samudra pemilik mata teduh dan berwajah tampan. Awalnya Calista Menyukai Faiz karna wajah nya mirip dengan mantan kekasih nya dulu. Namun, seiring jalan nya waktu Calista semakin membuka hati nya untuk Faiz. Ia mencari tau tentang Faiz sampai Calista tahu bahwa Faiz sudah memiliki kekasih, Faiz menyukai gunung dan disini lah Calista menciptakan hobi baru yang ia minati yaitu, menjadi pendaki gunung. Akankah Calista dan Faiz akan bersama atau sebaliknya? Bagaimana awal mula nya Calista Menyukai alam pendakian gunung? Dan pertanyaan lainnya, Mari kita saksikan cerita awal sampai akhir Mt.Ciremai yang memiliki ketinggian 3078 Mdpl. Follow, Komen dan like setiap baca bab+bab nya
All Rights Reserved
#193
remajafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • MERBABY
  • Climber Couple
  • Nightfall
  • Bumi & Takdirnya
  • DIA DANIA
  • KIRAN DAN 2.565 MDPL
  • GANINDRA (End)
  • Rahasia Kita [END]
  • Lawu & Kisah Baru

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines