Kamu Lukaku

Kamu Lukaku

  • WpView
    Reads 329
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2026
"Bagi siapapun terluka fisik itu sudah biasa, tapi luka hati? Tak ada satupun manusia yang ingin mengalami, bahkan mengingatnya apalagi menggali kembali luka itu. Satu-satunya jalan adalah menguburnya, kalaupun tak bisa binasakan penyebabnya." Kaimana "Kadang kebencian membuatmu letih, terperdaya dan malah melihat dari sisi sebaliknya yang tak kau inginkan." Nararya
All Rights Reserved
#17
quotes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Letter to My Sister
  • The Pain We Never Said
  • Razean
  • 《This Heart♡》{END}S2 CEK ACCOUNT INI
  • Ragu Semesta
  • Short Stories
  • Perfect Duet
  • Cahaya Dari Luka
  • Inspirasa The story of broken heart
  • GADIS LANGIT

Ada sebuah rumah kecil yang berdiri dengan jendela penuh cahaya, tapi di dalamnya tersimpan kisah yang jauh dari kata sempurna. Di sana, seorang kakak bernama Arumi menjadi langit untuk empat adik laki-lakinya: Dion yang selalu mencoba jadi penopang, Haris yang berapi-api tapi diam-diam rapuh, Jewa yang menyembunyikan luka di balik senyum, dan Awan, si bungsu yang tumbuh terlalu cepat. Mereka bukan keluarga sempurna. Dunia menaruh mereka di persimpangan yang gelap, memaksa mereka berjalan dengan kaki telanjang, sambil menertawakan pahitnya hidup agar tidak hancur oleh kenyataan. Namun di balik tawa sarkas dan candaan receh, ada cinta yang diam-diam mereka jaga. Cinta yang membuat mereka bertahan, bahkan saat satu per satu kehilangan mulai merenggut kebahagiaan yang tersisa. "A Letter to My Sister" bukan sekadar kisah keluarga. Ini adalah cerita tentang cinta yang dipaksa tumbuh di tanah retak, tentang pengorbanan yang tidak selalu mendapat balasan, dan tentang kehilangan yang diam-diam menunggu di ujung jalan. Mungkin, di kehidupan lain, mereka bisa kembali duduk satu meja-lengkap, utuh, dan tanpa air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines