Setahun Menjelang Perpisahan

Setahun Menjelang Perpisahan

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 12, 2026
"Setahun Menjelang Perpisahan" mengisahkan dua siswa SMA kelas 12 yang telah berpacaran selama setahun penuh, tepat di masa terakhir mereka di sekolah. Mereka sudah terbiasa melewati hari-hari bersama: belajar bareng, pulang bareng, dan merayakan momen kecil yang hanya mereka berdua pahami. Namun, hubungan mereka dibayang-bayangi oleh "perbedaan keyakinan" yang sudah lama mereka sadari, tapi selalu dihindari untuk dibicarakan terlalu serius. Kedua keluarga mereka memegang teguh keyakinan masing-masing, dan ini menjadi tembok yang makin jelas terlihat seiring mereka mendekati kelulusan. Di tengah persiapan ujian akhir, foto-foto buku tahunan, dan perpisahan sekolah, mereka mulai dihantui pertanyaan: "Apakah kita masih bisa bersama setelah ini?" Setahun itu menjadi tahun paling indah sekaligus paling berat. Mereka tahu masa mereka terbatas, tapi justru itulah yang membuat setiap detik terasa berharga dan menyakitkan.
All Rights Reserved
#1
seniorhighshcool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines